Sebentar Lagi Panen Raya Padi, Pemerintah Malah Impor Beras, Jokowi : Stok Bulog Menipis

Senin 20-02-2023,08:52 WIB
Editor : Surya Elviza

JAKARTA, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Indonesia pada Februari dan Maret 2023 akan memasuki panen raya padi di beberapa daerah yang tersebar di Indonesia.

Meski begitu, pemerintah tetap melakukan impor beras dari negara lain. Pemerintah mengklaim bahwa impor dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia akan beras.

Disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahwa stok beras di gudang Bulog sudah tipis. Sehingga dinilai tidak bisa memenuhi kebutuhan nasional.

Maka, karena kondisi seperti itu,Jokowi memutuskan untuk melakukan impor bera. Meski Februari ini sudah mulai memasuki masuk panen raya. 

BACA JUGA:2 Km Lagi, Tim Evakuasi Jalur Darat Tiba di Lokasi Pendaratan Darurat Helikopter Rombongan Kapolda Jambi

BACA JUGA:BREAKING NEWS: Tim Evakuasi Jalur Udara Temukan Titik Jatuh Helikopter Rombongan Kapolda Jambi di Kerinci

"Karena stok dari Bulog tipis. Stoknya minimal 1,2 juta ton. Kemarin pada level 600 (ribu) ton, jadi mau tidak mau harus (impor)," kata Jokowi di Pasar Wonokromo, Surabaya, Sabtu 18 Februari 2023.

Jokowi mengatakan bahwa Februari dan Maret 2023 di Indonesia sudah mulai memasuki masuk panen padi nasional. 

"Stok beras diproyeksikan melimpah hingga 1,9 juta ton di masa panen raya tersebut," ujarnya.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo juga telah melapor ke Presiden Jokowi bahwa panen raya sudah berlangsung di semua daerah. 

Menurutnya, produktivitas beras tidak meleset dari analisis pemerintah.

"Total lahan pertanian yang sudah panen pada Februari ini mencapai 1 juta hektare," kata Syahrul. 

BACA JUGA:RSU MHA Thalib Siapkan 2 Dokter Bedah, Antisipasi Penanganan untuk Kapolda Jambi dan Rombongan

BACA JUGA:Wabup Bakhtiar Lepas Ribuan Peserta Jalan Santai HUT BUMN ke 25 Tahun di Batanghari

Syahrul merinci, jumlah panen itu akan meningkat pada puncaknya, yakni Maret hingga April 2023. 

Adapun produksi beras pada puncak panen setidaknya mencapai 5,9 juta ton.

"Rata-rata 5,9 (juta ton) dari data yang selama ini kami jadikan rujukan. Walaupun dengan berbagai varietas yang kami pakai sekarang sudah lebih dari itu," kata Syahrul. *


Artikel ini juga tayang di disway.id

Dengan judul stok beras bulog menipis jokowi terpaksa harus impor

 

 

Kategori :