b9

DPRD Muaro Jambi Bergerak, Puluhan Anak Putus Sekolah Jadi Perhatian Serius

DPRD Muaro Jambi Bergerak, Puluhan Anak Putus Sekolah Jadi Perhatian Serius

Ketua DPRD Muaro Jambi Aidi Hatta-ist/jambi-independent.co.id-

MUARO JAMBI, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID – Ketua DPRD MUARO JAMBI, Aidi Hatta, menaruh perhatian serius terhadap masih adanya anak-anak yang putus sekolah di Kabupaten MUARO JAMBI.

Meski jumlahnya tercatat hanya 36 siswa, Aidi menegaskan persoalan tersebut tidak boleh dipandang sekadar angka statistik dalam laporan pendidikan.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muaro Jambi Tahun Ajaran 2024-2025, terdapat 36 siswa yang tidak melanjutkan pendidikan.

Rinciannya, 24 siswa tingkat Sekolah Dasar (SD) dari total 41.342 peserta didik dan 12 siswa tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dari total 13.589 siswa.

BACA JUGA:Suara Tegas Ketua DPRD Muaro Jambi Saat Bacakan Pancasila Jadi Momen Berkesan Upacara 1 Juni

Bagi Aidi Hatta, setiap anak yang kehilangan kesempatan mengenyam pendidikan merupakan persoalan serius yang harus segera ditangani.

“Target kita seharusnya nol anak putus sekolah. Satu anak saja yang kehilangan akses pendidikan harus menjadi perhatian serius pemerintah,” tegas Aidi Hatta saat diwawancarai.

Menurutnya, DPRD Muaro Jambi tidak tinggal diam menyikapi persoalan tersebut. Bahkan, pihaknya telah memanggil dinas dan instansi terkait guna membahas penyebab anak-anak berhenti sekolah sekaligus merumuskan langkah konkret untuk mengembalikan mereka ke bangku pendidikan.

Aidi menjelaskan, terdapat berbagai faktor yang menyebabkan anak-anak tidak melanjutkan sekolah. Faktor ekonomi masih menjadi penyebab dominan, di mana sebagian anak terpaksa membantu orang tua mencari nafkah demi memenuhi kebutuhan keluarga.

BACA JUGA: 36 Kasus Laka Lantas Terjadi di Tanjabtim hingga Mei 2026, Jalan Jambi - Muara Sabak Lokasi Tertinggi

Selain itu, rendahnya kesadaran sebagian orang tua terhadap pentingnya pendidikan juga menjadi tantangan tersendiri. Tak kalah penting, kondisi lingkungan sekolah seperti dugaan perundungan atau bullying juga harus menjadi perhatian semua pihak.

“Persoalan ini tidak bisa dilihat dari jumlahnya saja. Kita harus melihat alasan di balik mereka berhenti sekolah dan memastikan masalahnya benar-benar diselesaikan,” ujarnya.

Menurut Aidi, solusi yang diberikan tidak boleh bersifat sementara. Pemerintah daerah harus mampu menyentuh akar persoalan sehingga anak-anak tidak kembali mengalami putus sekolah di kemudian hari.

Sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah, Dinas Pendidikan Muaro Jambi disebut telah menyiapkan sejumlah program untuk menjangkau kembali anak-anak yang terlanjur meninggalkan bangku sekolah.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait