PB Djarum
b9

13 Kasus DBD di Muaro Jambi, Periode April 2026, Warga Diimbau Tingkatkan Kewaspadaan

13 Kasus DBD di Muaro Jambi, Periode April 2026, Warga Diimbau Tingkatkan Kewaspadaan

WASPADA : Tercatat sebanyak 13 kasus DBD terjadi di Muaro Jambi. Warga diminta waspada kesehatan.-ist/jambi-independent.co.id-Jambi-independent.co.id

MUARO JAMBI,JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID – Dinas Kesehatan MUARO JAMBI mencatat sebanyak 13 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Kasus ini tersebar di enam kecamatan di wilayah MUARO JAMBI. Data 13 kasus DBD tersebut terjadi selama periode April 2026.

Kasus DBD yang mulai banyak terjadi di masyarakat ditengarai karena adanya perubahan cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Muaro Jambi dalam beberapa waktu terakhir. 

Perubahan cuaca tersebut mulai berdampak terhadap kesehatan masyarakat.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Muaro Jambi, dr Ariani Widiastuti, mengatakan Kecamatan Sekernan menjadi wilayah dengan jumlah kasus tertinggi, yakni lima kasus.

"Sementara di Kecamatan Kumpeh Ulu tercatat tiga kasus, Jambi Luar Kota (Jaluko) dua kasus, Taman Rajo dua kasus, serta masing-masing satu kasus di Kecamatan Mestong dan Muaro Sebo," ujar Ariani.

BACA JUGA: 31 Desa di Tanjab Timur Siap Gelar Pemilihan BPD, Gunakan Dua Mekanisme

Meski jumlah kasus saat ini masih tergolong terkendali, Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan.

Menurut Ariani, perubahan cuaca yang tidak menentu dan tingginya intensitas hujan berpotensi menyebabkan genangan air yang menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.

Menyikapi kondisi tersebut, Dinkes Muaro Jambi menginstruksikan seluruh puskesmas di wilayah setempat untuk menggencarkan sosialisasi pencegahan dini kepada masyarakat.

Selain dilakukan secara langsung, edukasi kesehatan juga diperkuat melalui pemanfaatan platform digital agar informasi mengenai pencegahan dan penanganan DBD dapat menjangkau masyarakat lebih luas.

Di sisi lain, petugas kesehatan juga memperkuat sistem pelaporan dini berbasis digital guna memantau potensi peningkatan kasus secara cepat.

Dinas Kesehatan juga mengimbau masyarakat untuk kembali mengaktifkan Gerakan 3M secara rutin di lingkungan masing-masing, yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah penampungan air, serta mengubur atau mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menampung air hujan.

BACA JUGA:DPR RI Himpun Masukan Daerah di Jambi untuk Perkuat RUU Ketenagakerjaan

"Masyarakat juga diharapkan terus menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) guna menjaga imunitas tubuh di tengah cuaca ekstrem yang masih melanda wilayah Muaro Jambi," katanya. (*)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait