Tanggapan Puan Maharani Soal Nama Gibran yang Dianggap Ideal Jadi Cawapres Prabowo Subianto

Tanggapan Puan Maharani Soal Nama Gibran yang Dianggap Ideal Jadi Cawapres Prabowo Subianto

Puan Maharani menanggani soal Gibran Rakabuming Raka yang disebut-sebut ideal menjadi cawapres Prabowo Subianto.-ist/jambi-independent.co.id-

JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Nama putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka, sedang hangat-hangatnya diperbincangkan.

Nama Gibran memang sedang hangat, di tengah gejolak politik menjelang Pemilihan Presiden 2024.

Di tengah suasana semakin memanas dengan munculnya isu-isu calon wakil presiden (cawapres) yang potensial, muncullah nama Gibran.

Isu ini semakin mencuat setelah pernyataan dari Hashim Djojohadikusumo, Wakil Dewan Pembina Partai Gerindra.

BACA JUGA:Panglima Yudo Margono Mutasi Puluhan Perwira TNI, Ini Daftar Namanya

BACA JUGA:Terungkap! Ini Tempat Tugas Oknum PNS Muaro Jambi yang Ditangkap Polisi Gara-gara Jadi Pemain Illegal Drilling

Dia menyebut bahwa Gibran adalah salah satu calon yang berpeluang kuat untuk mendampingi Prabowo Subianto dalam kontestasi pemilihan presiden.

Dalam konteks ini, Ketua DPP Bidang Politik dan Keamanan PDI Perjuangan, Puan Maharani, memberikan pandangannya terkait kemungkinan Gibran menjadi Cawapres Prabowo.

Puan yang merupakan Ketua DPR RI tersebut mengungkapkan bahwa PDI Perjuangan, partai yang ia wakili, tidak memiliki masalah dengan ide tersebut.

Ia bahkan memberikan apresiasi terhadap prestasi politik yang telah dicapai oleh Gibran, terutama di kota Solo.

BACA JUGA:Kapolri Pimpin Upacara Kenaikan Pangkat 4 Pati Polri, Siapa Saja?

BACA JUGA:6 Shio yang Rela Kerja Hingga Malam, Pekerja Keras yang Meraih Kesuksesan dan Cuan Tanpa Batas

Menurutnya, prestasi tersebut membuat Gibran pantas untuk masuk dalam pertimbangan beberapa partai politik, termasuk Partai Gerindra, sebagai calon wakil presiden (cawapres).

Puan Maharani juga menekankan bahwa dalam politik, usia, jenis kelamin, atau faktor-faktor lainnya tidak seharusnya menjadi hambatan bagi seseorang untuk maju dan berjuang dalam kontestasi politik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: