Inilah yang menjadikan krisis Venezuela—meski secara geografis jauh—sebagai risiko ekonomi yang nyata bagi Indonesia. Minyak Venezuela memang mengalir ke China, tetapi efek akhirnya dapat terasa di neraca perdagangan Indonesia, stabilitas APBN, hingga daya beli masyarakat.
Pada titik ini, isu Venezuela tidak lagi relevan dibaca sebagai konflik ideologis atau politik kawasan. Ia adalah cermin dari rapuhnya ketahanan energi dan tingginya keterkaitan ekonomi global.
Setiap gangguan pasokan minyak strategis, sekecil apa pun secara persentase, dapat menciptakan efek berantai yang mahal bagi negara importir seperti Indonesia.
BACA JUGA:Bukan Sekadar Mobil Listrik! Harga Mazda MX-30 Terbaru 2026 Bikin Penasaran, Masih Layak Dibeli?
Dalam ekonomi global yang saling terhubung, satu juta barel yang hilang di Karibia bisa berubah menjadi tekanan fiskal dan inflasi di Indonesia, dan itu tidak lama, akan segera terjadi.
*Pemerhati ekonomi