Belajar dari Kasus Maidi, yang Berujung OTT KPK
Petugas KPK menunjukkan barang bukti berupa uang tunai yang disita dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) Bupati Pati dan Wali Kota Madiun kepada awak media di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa 20 Januari 2026.-ANTARA-
JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Tidak dipungkiri, kondisi Kota Madiun yang ada di wilayah barat Provinsi Jawa Timur ini, dalam lima tahun terakhir telah berubah total menjadi daerah jujukan wisata urban yang cantik dan memukau banyak pihak.
Sejak tahun 2019, hingga saat ini, di bawah kepemimpinan Wali Kota Maidi, Kota Madiun seperti "berlari" dalam pembangunan demi mewujudkan jargon "Kota Madiun Maju Mendunia".
Sepanjang Jalan Pahlawan telah diubah menjadi kawasan Pahlawan Street Center (PSC), lengkap dengan daya tarik bangunan miniatur ikon dunia, mulai dari Patung Singa Merlion, Patung Liberty, Menara Eiffel, Ka'bah, Jam Big Ben Inggris, dan Kincir Angin Belanda.
Kawasan itu terkoneksi dengan Stasiun Madiun, kompleks mal, toko, Pahlawan Bisnis Center, dan fasilitas lain di sekitarnya, yang memudahkan pengunjung datang ke Kota Madiun.
Kemudian pembangunan kawasan Tugu Pendekar yang menyatu dengan sentra kuliner di Jalan Rimba Darma, hingga perombakan lahan mati di kawasan kantor PDAM Kota Madiun menjadi Taman Wisata dan Edukasi Ngrowo Bening yang menghadirkan tempat rekreasi, sekaligus belajar berkonsep miniatur agrowisata.
Ada juga perbaikan Taman Bantaran Madiun yang menghadirkan keunggulan Sunday Market, lapak-lapak UMKM di 27 kelurahan yang mengangkat keunggulan masing-masing wilayah, serta membangun taman tematik, hingga Kampung Korea dan wacana Kampung Jepang untuk menjadi penggerak perekonomian masyarakat.
Belum lagi, Bogowonto Culinary Center (BCC), yakni kawasan ekonomi di Jalan Bogowonto yang "disulap" menjadi tempat wisata kuliner bernuansa kereta api, dengan menggandeng dua BUMN, yakni PT INKA (Persero) dan PT KAI (Persero) Daop 7 Madiun.
Tak hanya sektor parwisata, di sektor lain upaya gencar memanjukan Kota Madiun juga dilakukan dengan pembangunan Pondok Lansia Madiun untuk menampung para lansia telantar yang merupakan satu-satunya di Jawa Timur, bahkan nasional.
Di sektor pendidikan, ada prorgam laptop siswa gratis, seragam sekolah gratis, sekolah gratis untuk negeri, hingga tingkat SMP, termasuk beasiswa mahasiswa, dan lainnya.
Terbaru, adalah upaya mengubah sejumlah "bukit" sampah pasif setinggi 25 meter di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Winongo Kota Madiun menjadi taman wisata buah berbentuk piramida. Area tersebut rencananya akan dijadikan kawasan hijau yang ramah lingkungan, sekaligus bermanfaat bagi masyarakat, yang saat ini masih proses pembangunan.
Di tatanan layanan publik pemerintahan, era kepemimpinan Wali Kota Maidi juga cukup membanggakan. Hal itu diwujudkan dengan nilai indeks pelayanan publik (IPP) tahun 2025 Pemerintah Kota Madiun yang mencapai 4,74, dengan nilai konversi 94,75. Nilai pelayanan publik itu masuk kategori A atau pelayanan prima yang dinilai dari total 64 OPD, kantor kecamatan, kantor kelurahan, rumah sakit, puskesmas, hingga instansi sekolah.
Sementara Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Puskesmas Banjarejo, serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Madiun yang meraih nilai tiga peringkat tertinggi.
Tak hanya nilai IPP, nilai kepuasaan masyarakat Kota Madiun juga tinggi. Tercatat, nilai indeks kepuasan masyarakat (IKM) 2025 mencapai 89,89, dengan predikat sangat baik, berdasarkan survei yang dilakukan oleh pihak ketiga. Hasil itu juga meningkat jika dibandingkan hasil survei 2024, dengan nilai IKM 88,74.
Selain itu, indeks pembangunan manusia (IPM) Kota Madiun juga diketahui tinggi yang mengindikasikan faktor pendidikan, kesehatan, dan ekonomi warga di daerah itu tertangani dengan baik. Badan Pusat Statistik Kota Madiun mencatat bahwa IPM di daerah itu pada 2025 mencapai 85,12 dan masuk dalam kategori sangat tinggi, naik 0,72 poin dari IPM tahun sebelumnya, yakni 84,51 untuk 2024.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




