JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Anggapan bahwa konsumsi bahan bakar mobil diesel selalu lebih irit dibandingkan mesin bensin masih banyak dipercaya masyarakat.
Namun pada praktiknya, tingkat keiritan bahan bakar tidak bisa digeneralisasi begitu saja. Konsumsi BBM bersifat kondisional dan dipengaruhi oleh banyak faktor.
Beberapa faktor utama yang memengaruhi konsumsi bahan bakar antara lain muatan kendaraan, kondisi jalan, kapasitas mesin, teknologi yang digunakan, hingga gaya berkendara.
Dalam kondisi tertentu, mobil bermesin diesel justru bisa lebih boros dibandingkan mobil bensin, terutama jika digunakan di jalanan padat atau tanpa perawatan yang optimal.
BACA JUGA:GWM Bikin Mobil Retro Bergaya Klasik, Siluetnya Ingatkan VW Beetle
Energi BBM Jadi Faktor Pembeda
Jika dilihat dari sisi kandungan energi bahan bakar, solar memang memiliki keunggulan dibandingkan bensin. Guru Besar Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara Institut Teknologi Bandung (ITB), Tri Yuswidjajanto, menjelaskan bahwa terdapat perbedaan energy density antara bensin dan solar murni.
“Bensin murni mampu menghasilkan energi sekitar 40 MJ/kg, sedangkan solar murni mencapai 43 MJ/kg. Dari data tersebut, bila model kendaraan diabaikan dan pembakaran berlangsung sempurna, mesin diesel berpotensi menghasilkan jarak tempuh yang lebih jauh,” ujar Tri.
Perbedaan kandungan energi inilah yang membuat mesin diesel dikenal lebih efisien dalam penggunaan bahan bakar, terutama untuk kendaraan yang membutuhkan tenaga besar dan torsi tinggi.
Penggunaan Diesel dalam Kehidupan Sehari-hari
Dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat Indonesia lebih akrab dengan bensin sebagai bahan bakar kendaraan. Namun, diesel atau solar juga banyak digunakan, terutama pada kendaraan berat seperti truk, bus, kereta api, traktor, hingga kendaraan militer.
BACA JUGA:BMW X5 Harga 2026 Terungkap! SUV Mewah Favorit Sultan, Performanya Bikin Merinding
Bahkan, mesin diesel juga menjadi andalan pada generator listrik di berbagai fasilitas industri dan daerah terpencil.
Solar sendiri merupakan bahan bakar yang hanya digunakan pada mesin diesel dengan sistem pembakaran kompresi.
Selain dikenal irit, harga solar umumnya lebih terjangkau dibandingkan bensin, sehingga menjadi pilihan ekonomis untuk kendaraan niaga.
Mengenal Jenis Bahan Bakar Diesel
Bahan bakar diesel merupakan bahan bakar hasil penyulingan minyak bumi dengan kualitas yang ditentukan oleh angka setana. Semakin tinggi angka setana, semakin cepat dan sempurna proses pembakaran.
BACA JUGA:Mau MPV Listrik yang Beda? Cara DENZA Menarik Perhatian Pasar Indonesia
Secara umum, terdapat beberapa jenis bahan bakar diesel yang digunakan secara global, seperti diesel dalam (diesel biasa), biodiesel, diesel premium, diesel ultra-low sulfur, hingga campuran diesel dengan biodiesel.
Sementara di Indonesia, Pertamina menyediakan beberapa pilihan bahan bakar diesel, di antaranya:
-
Pertamina Dex, dengan angka setana 53 dan kandungan sulfur rendah, yang mampu meningkatkan performa mesin sekaligus menekan emisi gas buang.
-
Dexlite, memiliki angka setana minimal 51 dengan harga lebih terjangkau, cocok untuk mesin diesel modern dengan putaran tinggi.
-
Solar, dengan angka setana 48, umumnya digunakan pada kendaraan bermesin diesel berteknologi lama seperti bus dan angkutan umum.
Cara Kerja Mesin Diesel
Berbeda dengan mesin bensin, mesin diesel bekerja tanpa busi. Udara terlebih dahulu dihisap dan dikompresikan hingga bersuhu tinggi.
BACA JUGA:Resmi Rilis di Indonesia, Geely EX2 Tawarkan Fitur Mewah di Kelas Rp200 Jutaan
Setelah itu, bahan bakar diesel disemprotkan ke dalam ruang bakar dan terbakar secara spontan akibat panas kompresi udara. Proses ini menghasilkan tenaga besar dengan konsumsi bahan bakar yang relatif efisien.
Karakteristik inilah yang membuat mesin diesel banyak digunakan pada kendaraan niaga yang membutuhkan daya tahan dan torsi besar.
Diesel vs Bensin, Mana Lebih Menguntungkan?
Jika dibandingkan, mesin diesel unggul dalam hal efisiensi bahan bakar, torsi besar, dan daya tahan mesin. Namun, mesin bensin menawarkan kenyamanan lebih dengan suara mesin yang halus, emisi lebih bersih, serta biaya perawatan yang cenderung lebih murah.
Di sisi lain, mesin diesel memiliki beberapa kekurangan seperti suara mesin yang lebih bising, harga suku cadang lebih mahal, serta potensi polusi udara yang lebih tinggi jika tidak didukung teknologi emisi modern.
BACA JUGA:Penasaran Brio Matic Paling Murah? Honda Brio Satya S CVT Resmi Meluncur Mulai Rp180 Jutaan!
Kesimpulan
Mobil diesel bisa lebih irit atau justru lebih boros dibandingkan mobil bensin, tergantung pada banyak faktor. Mulai dari kondisi penggunaan, jenis bahan bakar, teknologi mesin, hingga cara berkendara pengemudi.
Oleh karena itu, memilih mesin diesel atau bensin sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan, karakter perjalanan, serta jenis kendaraan yang digunakan.
Dengan pemahaman yang tepat, baik mesin diesel maupun bensin sama-sama bisa memberikan efisiensi dan keuntungan maksimal bagi penggunanya.