b9

Indonesia Tidak Kaya Sumber Daya Alam ?

Indonesia Tidak Kaya Sumber Daya Alam ?

Noviardi Ferzi-dok/jambi-independent.co.id-

JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Doktrin bahwa Indonesia negara kaya sumber daya alam perlu dikoreksi dengan data yang lebih jujur.

Cadangan minyak Indonesia hanya sekitar 2–3 miliar barel, sangat kecil dibanding Arab Saudi yang memiliki lebih dari 260 miliar barel, Iran sekitar 150 miliar barel, dan Rusia di atas 80 miliar barel. 

Produksi minyak nasional juga terus menurun hingga di bawah 700 ribu barel per hari dan tidak mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri, sehingga Indonesia menjadi pengimpor minyak bersih.

Gas alam Indonesia berada di tingkat menengah dunia dan tertinggal jauh dari negara-negara pemilik cadangan raksasa, sementara batu bara sebagai andalan ekspor sangat bergantung pada fluktuasi harga global dan memiliki usia ekonomi terbatas.

BACA JUGA:Korban Longsor PETI Sarolangun Bertambah! Kini Ada 8 Tewas, 4 Pekerja Luka-Luka

Nikel dan mineral lain kerap disebut sebagai harta karun masa depan, namun cadangan besar tidak otomatis menjelma menjadi kekayaan nasional tanpa penguasaan teknologi dan industri hilir bernilai tinggi.

Perbedaan mendasar Indonesia dengan negara seperti Arab Saudi terletak pada rasio sumber daya alam terhadap jumlah penduduk, Indonesia berpenduduk besar dengan cadangan terbatas per kapita, sedangkan negara-negara Timur Tengah memiliki cadangan energi raksasa dengan populasi relatif kecil.

Karena itu, Indonesia sejatinya bukan negara kaya sumber daya alam, melainkan negara dengan sumber daya moderat yang hanya bisa maju jika pembangunan bertumpu pada kualitas sumber daya manusia, industri bernilai tambah, dan inovasi.

Meski sumber daya alam terutama pertambangan dan minyak serta gas—masih memainkan peran penting dalam struktur perekonomian Indonesia, meskipun kontribusinya tidak sedominan negara-negara pengekspor energi utama seperti Arab Saudi.

BACA JUGA:Update Visual! Yamaha Lexi LX 155 2026 Rilis Warna Anyar, Siap Curi Perhatian di Jalan

Pada 2023, sektor mineral dan batu bara (minerba) menyumbang sekitar Rp2.198 triliun terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia, atau setara 10,5 persen dari total PDB nasional yang mencapai Rp20.892 triliun. 

Angka ini menunjukkan bahwa subsektor pertambangan dan penggalian menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi, penerimaan negara, dan kinerja ekspor nasional, didukung oleh ekspor komoditas utama seperti batu bara, minyak, gas, serta mineral logam seperti nikel, timah, dan emas.

Jika dibandingkan dengan Arab Saudi, posisi Indonesia jauh lebih moderat. 

Pada 2023, aktivitas ekonomi non-migas di Arab Saudi berkontribusi sekitar 50 persen terhadap PDB, yang berarti sektor migas (minyak dan gas) juga menyumbang sekitar 50 persen dari PDB negara tersebut.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: