Tes Mode EV Wuling Cortez Darion PHEV, Hasil Efisiensinya Bikin Kaget
Tes mode EV Wuling Cortez Darion PHEV membuktikan efisiensi energi yang mengejutkan-Jambi-Independent-Wuling Indonesia
JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Wuling Cortez Darion menjadi salah satu MPV elektrifikasi paling menarik di pasar otomotif Indonesia saat ini.
Kehadirannya bukan sekadar menambah pilihan baru, tetapi juga membawa pendekatan teknologi yang lebih fleksibel dan relevan dengan kebutuhan konsumen Tanah Air.
Melalui Darion, Wuling menawarkan dua opsi elektrifikasi sekaligus, yakni kendaraan listrik murni (EV) dan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV).
Kali ini, fokus pengujian tertuju pada varian Cortez Darion PHEV, yang dinilai sebagai versi paling adaptif untuk kondisi penggunaan sehari-hari.
BACA JUGA:Bikin Melongo! Tes BBM Honda Accord RS e:HEV Ternyata Lebih Irit dari LCGC
Pasalnya, model ini memadukan kemampuan berkendara layaknya mobil listrik murni dengan fleksibilitas mesin bensin sebagai cadangan daya.
Bisa Dipakai Seperti Mobil Listrik Murni
Meski berstatus PHEV, Wuling menegaskan bahwa Darion dirancang agar mampu beroperasi sepenuhnya menggunakan tenaga listrik selama kapasitas baterai mencukupi.
Berkat fitur pengisian daya eksternal dan soket CCS2, Darion PHEV dapat diisi di SPKLU DC berdaya besar, memungkinkan pengguna mengandalkan mode EV untuk mobilitas harian.
Mobil ini dibekali Magic Battery Pro berkapasitas 20,5 kWh, yang diklaim mampu menempuh jarak hingga 125 km dalam mode listrik murni berdasarkan standar CLTC.
Jarak tersebut dinilai sangat mencukupi untuk kebutuhan mobilitas perkotaan, khususnya bagi pengguna dengan jarak tempuh harian 10–20 km.
BACA JUGA:Bikin Kaget! Honda Prelude Resmi Masuk Indonesia, Bandrolnya Nggak Semahal Dibayangkan
Fondasi Teknologi: Platform WFMS dan LING Power
Salah satu keunggulan utama Darion PHEV terletak pada penggunaan platform terbaru Wuling, yakni WFMS (Wonder Flexible Modular System).
Platform modular ini dikembangkan secara global dan dirancang untuk mendukung berbagai sistem penggerak, mulai dari ICE, hybrid, PHEV, hingga EV murni.
Tak hanya itu, Darion PHEV juga mengusung sistem LING Power, yang mengombinasikan mesin bensin khusus hybrid dengan efisiensi termal hingga 43,2 persen, motor listrik dengan efisiensi mencapai 96,8 persen, serta Dedicated Hybrid Transmission (DHT) yang telah diuji hingga satu juta siklus penggunaan.
Seluruh sistem tersebut dirancang untuk memberikan efisiensi optimal tanpa mengorbankan kenyamanan.
BACA JUGA:Kenalan Yuk dengan iCAR! Brand Mobil Listrik Asal China yang Siap Bikin Anak Muda Kepincut
Pengalaman Pengisian Daya
Dalam pengujian, pengisian daya Darion PHEV dilakukan menggunakan SPKLU DC dengan soket CCS2. Saat pengisian dimulai, baterai berada di level 29 persen dengan daya masuk sekitar 25,4 kW.
Hasilnya cukup impresif. Pengisian dari 29 persen hingga 80 persen hanya memakan waktu sekitar 30 menit. Total waktu hingga baterai penuh tercatat 53 menit, dengan energi masuk sebesar 15,59 kWh.
Biaya pengisian yang dikeluarkan pun tergolong ramah kantong, yakni sekitar Rp41.534, berdasarkan tarif listrik Rp2.466,78 per kWh.
Tes Mode EV: Mesin Bensin Tak Ikut Campur
Untuk memaksimalkan efisiensi listrik, Wuling menyediakan beberapa pilihan Energy Mode, mulai dari Fuel Priority, HEV, EV First, hingga EV Max. Dua mode terakhir memungkinkan Darion bergerak sepenuhnya menggunakan baterai.
BACA JUGA:Honda BR-V atau Hyundai Creta? Adu Spesifikasi, Fitur, dan Harga Biar Nggak Salah Pilih
Dalam pengujian sejauh 50 km di dalam kota Jakarta, Darion PHEV digunakan dengan setelan Drive Mode ECO dan Energy Mode EV First.
Mobil diisi empat penumpang dewasa, AC dan perangkat elektronik aktif sepanjang perjalanan, serta gaya berkendara normal tanpa teknik eco driving khusus.
Hasilnya cukup mengejutkan. Mesin bensin sama sekali tidak bekerja selama pengujian. Konsumsi energi rata-rata tercatat 15,2 kWh per 100 km, atau setara 6,57 km per kWh.
Dengan kapasitas baterai 20,5 kWh, potensi jarak tempuh listrik murni bahkan bisa menyentuh lebih dari 130 km dalam kondisi ideal.
Solusi Transisi Menuju Kendaraan Listrik
Dari hasil pengujian tersebut, Wuling Cortez Darion PHEV menunjukkan dirinya sebagai solusi mobilitas yang fleksibel di masa transisi menuju kendaraan listrik penuh.
BACA JUGA:Chery Group Perkenalkan iCAR V23, SUV Listrik Mirip Offroad Siap Ramaikan Pasar Indonesia
Dalam penggunaan harian, mobil ini dapat difungsikan layaknya EV murni yang senyap, responsif, dan hemat biaya operasional.
Di sisi lain, kehadiran mesin bensin khusus hybrid memberikan rasa aman bagi pengguna yang kerap melakukan perjalanan jarak jauh, tanpa perlu khawatir soal ketersediaan infrastruktur pengisian daya.
Meski masih ada catatan terkait harga yang bersifat promo terbatas, secara keseluruhan Wuling Darion PHEV menawarkan paket efisiensi, teknologi, dan fleksibilitas yang menarik di segmen MPV elektrifikasi Indonesia.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




