Sering Terjadi Saat Mudik, Ini Cara Aman Biar Rem Mobil Matik Tak Overheat
Rem blong pada mobil matik di jalan menurun sering terjadi akibat overheat-ilustrasi/jambi-independent.co.id-Suzuki Indonesia
JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Perjalanan mudik kerap melewati jalur menurun yang panjang dan curam. Kondisi ini bisa berbahaya jika pengemudi tidak memahami teknik pengereman yang benar, terutama pada mobil bertransmisi otomatis atau matik.
Rem blong pada mobil matik di jalan menurun umumnya disebabkan oleh panas berlebih pada sistem pengereman. Kondisi ini terjadi ketika rem digunakan terus-menerus tanpa jeda, sehingga suhu kampas dan cakram meningkat drastis dan kemampuan pengereman menurun.
Manfaatkan Engine Brake
Pencegahan utama rem blong adalah memanfaatkan engine brake atau pengereman mesin. Pengemudi dapat memindahkan tuas transmisi dari posisi D ke 3, 2, atau L sebelum memasuki turunan agar laju kendaraan tertahan.
Teknik ini membantu mengurangi ketergantungan pada rem kaki, sehingga panas pada sistem pengereman tidak cepat meningkat.
Praktisi otomotif Hardi menjelaskan bahwa rem utama membutuhkan bantuan pengereman mesin saat melewati turunan panjang.
“Rem utama memerlukan bantuan engine brake untuk memperlambat laju mobil di turunan. Pada mobil matik, rem mesin bisa didapatkan dengan menggeser tuas transmisi ke posisi L atau 1,” ujarnya.
BACA JUGA:Mudik Gratis Kemenhub 2026 Resmi Dibuka Hari Ini, Buruan Daftar Sebelum Kuota Habis!
Jangan Pindah ke Posisi Netral
Hardi juga mengingatkan pengemudi agar tidak memindahkan tuas transmisi ke posisi netral (N) saat melintasi turunan.
Langkah tersebut justru menghilangkan daya pengereman dari mesin. Akibatnya, rem utama bekerja lebih berat untuk menahan laju kendaraan dan berisiko mengalami overheat.
Selain itu, pengemudi disarankan menghindari kebiasaan menginjak rem terus-menerus. Teknik yang dianjurkan adalah pengereman berkala, yakni menekan pedal rem sebentar lalu melepasnya agar suhu rem tetap stabil.
Periksa Kondisi Rem Sebelum Mudik
Kondisi rem wajib diperiksa sebelum melakukan perjalanan jauh. Kampas rem yang masih tebal, minyak rem cukup, serta tidak ada kebocoran akan meningkatkan keamanan saat melewati jalur menurun.
Pemilik bengkel, Imun, menegaskan pentingnya pemeriksaan menyeluruh sebelum mudik.
“Penting memeriksa performa rem sebelum mobil dipakai perjalanan mudik. Hal ini memastikan rem mampu bekerja optimal selama perjalanan sehingga tak berisiko rem blong pada kondisi beban berat,” ujarnya.
BACA JUGA:Pulang Jelang Lebaran! Polsek Kota Baru Tangkap Buronan 2 Tahun Kasus Penikaman di Pinggir Jalan
Pemeriksaan meliputi:
Ketebalan kampas rem
Volume dan kualitas minyak rem
Kelancaran piston dan kaliper
Kondisi cakram
Dengan komponen dalam kondisi prima, risiko rem blong bisa ditekan.
Perhatikan Beban Kendaraan
Imun juga mengingatkan bahwa beban kendaraan mempengaruhi kinerja rem. Muatan berlebih membuat gaya dorong ke bawah semakin besar, sehingga rem lebih cepat panas saat turunan.
Jika mobil dilengkapi fitur seperti mode L atau Hill Descent Control, sebaiknya dimanfaatkan saat melewati turunan curam.
Fitur ini dirancang untuk membantu menjaga kecepatan tetap stabil tanpa membebani rem secara berlebihan.
BACA JUGA:Siap Hadapi Mudik 2026! Begini Kondisi Jalan Tol Fungsional Jalan Tol Palembang–Betung Seksi 1–2
Kunci Aman: Teknik dan Persiapan
Kesimpulannya, pencegahan rem blong pada mobil matik di turunan bergantung pada teknik berkendara yang benar dan kondisi kendaraan yang prima.
Dengan memanfaatkan engine brake, menghindari posisi netral, serta memastikan sistem pengereman dalam kondisi baik, perjalanan mudik bisa dilalui dengan lebih aman dan nyaman.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



