b9

Ribuan Jemaah Umrah Tertahan di Bandara, Serangan AS–Israel ke Iran Lumpuhkan Penerbangan Timur Tengah

Ribuan Jemaah Umrah Tertahan di Bandara, Serangan AS–Israel ke Iran Lumpuhkan Penerbangan Timur Tengah

Ribuan jemaah umrah tertahan di bandara transit utama Timur Tengah setelah serangan AS–Israel ke Iran-Jambi-Independent-HIMPUH

JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Ribuan jemaah umrah menghadapi gangguan perjalanan setelah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran memicu penutupan wilayah udara di sejumlah negara Timur Tengah.

Situasi keamanan yang berubah cepat membuat maskapai membatalkan, menunda, hingga mengalihkan penerbangan secara mendadak.

Penutupan wilayah udara ini berdampak langsung pada operasional maskapai di kawasan Teluk dan rute internasional. Akibatnya, banyak jemaah tertahan di bandara transit utama seperti Doha, Dubai, dan Bahrain.

BACA JUGA:Mudik Gratis Kemenhub 2026 Resmi Dibuka Hari Ini, Buruan Daftar Sebelum Kuota Habis!

 

Maskapai Teluk Konfirmasi Gangguan Operasional

Dilansir dari Islamic Information, sejumlah maskapai utama di kawasan Teluk mengumumkan gangguan signifikan pada jadwal penerbangan mereka.

Emirates melaporkan sejumlah penerbangan terganggu akibat penutupan wilayah udara Uni Emirat Arab. Penumpang diminta memeriksa status penerbangan karena pembatalan telah terjadi.

Etihad Airways menyatakan sejumlah penerbangan telah dibatalkan dan lainnya mengalami penundaan.

Sementara itu, Flydubai melaporkan penerbangan dialihkan, kembali ke parkir, atau dibatalkan setelah pembatasan wilayah udara diberlakukan di Dubai.

Qatar Airways juga menangguhkan sementara operasional karena penutupan lalu lintas udara di Doha, yang selama ini menjadi pusat transit utama jemaah dari Asia, Eropa, dan Afrika.

 

Maskapai nasional Arab Saudi, Saudia, turut mengonfirmasi sejumlah pembatalan penerbangan, termasuk yang membawa jemaah menuju Arab Saudi.

BACA JUGA:Pulang Jelang Lebaran! Polsek Kota Baru Tangkap Buronan 2 Tahun Kasus Penikaman di Pinggir Jalan

 

Maskapai Internasional Ikut Menarik Operasi

Dampak gangguan ini meluas ke maskapai global yang memiliki rute menuju dan melintasi Timur Tengah.

KLM menangguhkan penerbangan ke dan dari Tel Aviv mulai Minggu.

Virgin Atlantic membatalkan penerbangan London–Dubai dan mengalihkan layanan lain untuk menghindari wilayah udara terdampak.

Turkish Airlines mengumumkan penangguhan ke sejumlah tujuan regional hingga akhir pekan.

Dari Asia Selatan, Air India menangguhkan seluruh penerbangan ke destinasi Timur Tengah, membuat ratusan jemaah tertahan.

BACA JUGA:BREAKING NEWS: Mutasi Polri Besar-Besaran, Kapolres Bungo Resmi Diganti

 

Pesawat Putar Balik di Tengah Perjalanan

Beberapa penerbangan yang telah mengudara bahkan terpaksa kembali ke bandara asal setelah wilayah udara ditutup.

American Airlines mencatat penerbangan Philadelphia–Doha berbalik arah saat pembatasan diberlakukan.

Sementara itu, Air Canada melaporkan penerbangan Toronto–Dubai melakukan putar balik di atas Samudra Atlantik dan kembali ke Kanada.

Langkah ini diambil sebagai respons cepat demi menjamin keselamatan penumpang di tengah situasi yang dinamis.

 

Ribuan Jemaah Tertahan di Bandara Transit

Gangguan paling terasa terjadi di bandara transit utama kawasan Teluk, yang setiap hari menjadi jalur penghubung jemaah menuju Jeddah dan Madinah.

Bandara Internasional Hamad di Doha, Bandara Internasional Dubai, dan Bandara Internasional Bahrain melaporkan penundaan serta pembatalan signifikan.

Seorang jemaah yang tertahan di Dubai mengatakan, “Lebih dari 60 persen jamaah umrah dari negara saya transit lewat Dubai. Sekarang semua orang tertahan, duduk di lantai, menunggu kabar.”

Banyak jemaah dari Asia Selatan, Asia Tenggara, Eropa, dan Afrika kini belum dapat melanjutkan perjalanan ke Arab Saudi akibat gangguan ini.

BACA JUGA:Di Tengah Carut Marut Transportasi Tambang di Jambi, Pemuda Pancasila Sorot Pihak yang Menolak Jalan Khusus

 

Ibadah Umrah Tetap Berjalan Normal

Di tengah situasi tersebut, otoritas Arab Saudi menegaskan pelaksanaan ibadah umrah tidak terdampak. Pintu masuk ke Kerajaan tetap berjalan normal bagi jemaah yang telah tiba.

Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah tetap dibuka dan beroperasi penuh untuk seluruh jemaah.

Operator tur umrah dan agen perjalanan saat ini tengah berkoordinasi dengan maskapai untuk menjadwalkan ulang penumpang. Sebagian jemaah telah dipindahkan ke penerbangan berikutnya, sementara lainnya masih menunggu konfirmasi alternatif.

BACA JUGA:Resmi Dibuka! Beasiswa Talenta Indonesia 2026 Full S1, Biaya Hidup Ditanggung Pemerintah

 

Situasi Masih Dinamis

Pakar penerbangan memperkirakan jadwal penerbangan masih dapat berubah dalam beberapa hari ke depan seiring maskapai memantau perkembangan keamanan regional.

Uni Emirat Arab, Qatar, dan sejumlah negara lain mulai membuka kembali wilayah udara secara bertahap. Namun maskapai tetap berhati-hati dan potensi keterlambatan lanjutan masih mungkin terjadi.

Jemaah diimbau terus berkomunikasi dengan operator perjalanan serta mendokumentasikan perubahan jadwal untuk keperluan klaim asuransi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: