b9

Ayatollah Ali Khamenei Dikabarkan Tewas dalam Serangan Udara, Iran Umumkan Berkabung Nasional

Ayatollah Ali Khamenei Dikabarkan Tewas dalam Serangan Udara, Iran Umumkan Berkabung Nasional

Media pemerintah Iran mengonfirmasi wafatnya Ayatollah Ali Khamenei-ist/jambi-independent.co.id-akmal

JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Pemerintah Iran secara resmi mengonfirmasi wafatnya Pemimpin Tertinggi, Ayatollah Ali Khamenei, menyusul serangan udara besar-besaran yang menghantam Teheran dan sejumlah kota lain pada Sabtu, 28 Februari 2026.

Pengumuman tersebut disampaikan melalui siaran televisi pemerintah Iran pada Minggu (1/3/2026). Dalam tayangan yang dikutip sejumlah media internasional, presenter menyampaikan kabar duka dengan suara bergetar dan penuh emosi, menandai dimulainya masa berkabung nasional.

 

Pernyataan Israel dan Amerika Serikat

Sebelumnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa serangan udara gabungan telah menghancurkan kompleks kediaman Khamenei.

BACA JUGA:Malam-Malam Digerebek! 12 Pelaku PETI di Batang Hari Diciduk, Emas 166 Gram dan Uang Rp65 Juta Disita

 

“Semua indikasi menunjukkan bahwa dia ini tidak lagi bersama kita,” ujar Netanyahu.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga mengatakan bahwa ia meyakini laporan kematian Khamenei adalah benar. Ia menambahkan bahwa sejumlah pemimpin senior Iran turut tewas dalam operasi tersebut.

“Sebagian besar pemimpin senior Iran telah tewas. Orang-orang yang membuat semua keputusan, sebagian besar dari mereka telah tiada,” kata Trump.

“Itu adalah serangan yang sangat kuat.”

Serangan ini disebut sebagai bagian dari operasi militer besar AS–Israel yang memicu eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

BACA JUGA:Sahur on The Road Bikin Haru! Ratusan Paket Makanan Dibagikan ke Ojol hingga Petugas Malam di Kota Jambi

 

Iran Tetapkan 40 Hari Masa Berkabung

Televisi pemerintah Iran mengumumkan bahwa negara tersebut akan memasuki masa berkabung nasional selama 40 hari.

Sejumlah media pemerintah Iran juga mengutip pernyataan resmi dari Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran yang mengonfirmasi kematian pemimpin berusia 86 tahun tersebut.

Namun dalam pernyataan itu tidak dijelaskan secara rinci penyebab kematian maupun siapa yang akan menggantikan posisi Pemimpin Tertinggi Iran.

Keputusan mengenai suksesi kepemimpinan diperkirakan akan menjadi perhatian utama dalam waktu dekat, mengingat posisi Pemimpin Tertinggi memegang otoritas tertinggi dalam sistem politik Iran.

BACA JUGA:Salut! Edi Purwanto Rogoh Kocek Pribadi Rp100 Juta, Pegiat KORMI Jambi Banjir Bonus

 

Konflik Kian Memanas

Serangan udara terhadap Teheran dan kota-kota lain memicu eskalasi cepat di kawasan. Iran dilaporkan telah meluncurkan serangan balasan ke wilayah Israel serta sejumlah negara Teluk.

Perkembangan ini meningkatkan kekhawatiran akan meluasnya konflik di Timur Tengah, dengan potensi dampak geopolitik yang signifikan terhadap stabilitas regional maupun global.

Situasi di Teheran dan sejumlah wilayah lainnya dilaporkan masih tegang, sementara komunitas internasional terus memantau perkembangan yang terjadi.

BACA JUGA:Ribuan Jemaah Umrah Tertahan di Bandara, Serangan AS–Israel ke Iran Lumpuhkan Penerbangan Timur Tengah

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: