Inggris dan Prancis Akui Palestina, Barat Tegur Israel dan AS soal Aneksasi serta Genosida
Presiden Prancis Emmanuel Macron berbicara dalam KTT Penyelesaian Damai Soal Palestina dan Pelaksanaan Solusi Dua Negara di markas besar PBB di New York-Antara/jambi-independent.co.id-
JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Negara Palestina semakin memperoleh legitimasi internasional setelah kini diakui oleh empat dari lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB.
Inggris dan Prancis dalam empat bulan terakhir resmi menyatakan pengakuan terhadap Palestina, menyusul langkah serupa yang telah dilakukan Rusia dan China sejak 1988, tak lama setelah mendiang Yasser Arafat memproklamasikan kemerdekaan Palestina pada 15 November 1988.
Dengan demikian, Amerika Serikat menjadi satu-satunya anggota tetap Dewan Keamanan PBB yang belum mengakui kemerdekaan Palestina.
BACA JUGA:Waspada! Ini Red Flag Tersembunyi dari Setiap Zodiak
Negeri Paman Sam itu memang mengakui Otoritas Palestina sejak 1990-an, tetapi tetap menutup telinga terhadap aspirasi penuh rakyat Palestina, terlebih sejak era kepemimpinan Donald Trump yang semakin memperlihatkan sikap pro-Israel tanpa kompromi.
Langkah Inggris dan Prancis ini dianggap sangat mengejutkan, mengingat keduanya justru merupakan aktor utama yang dulu membuka jalan bagi lahirnya Israel melalui Perjanjian Sykes-Picot 1916 dan Deklarasi Balfour 1917.
Menteri Luar Negeri Inggris, David Lamy, bahkan menyinggung kembali Deklarasi Balfour dalam pidatonya di PBB pada Juli 2025.
Ia menegaskan bahwa deklarasi tersebut seharusnya tidak hanya menjadi pintu berdirinya Israel, tetapi juga menjamin hak-hak bangsa Palestina yang bukan Yahudi.
BACA JUGA:Bikin Bingung! Zodiak yang Paling Sering Menghilang dari Kehidupan Orang Terdekat
"Inggris memikul tanggung jawab besar dalam mendukung Solusi Dua Negara," kata Lamy, sembari menekankan perlunya keadilan historis bagi rakyat Palestina.
Banyak pengamat menilai bahwa sikap baru Inggris dan Prancis tak lepas dari rasa bersalah generasi pemimpin mereka terhadap kebijakan pendahulu yang meninggalkan luka mendalam di Timur Tengah.
Selain itu, pengakuan ini juga dilihat sebagai teguran tegas kepada Israel dan Amerika Serikat, terutama terkait agresi brutal di Gaza, aneksasi Tepi Barat, dan pelanggaran hukum internasional yang berulang.
BACA JUGA:Intip Peta Terbaru Buatan Inggris, Tak Lagi Sebut Palestina
Israel, dengan dukungan kuat AS, dinilai berusaha menghapus solusi jangka panjang dengan membuat Gaza tidak layak huni serta terus mencaplok wilayah Tepi Barat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




