Rahasia Sehat ala Islam Terbukti Sains: Mengunyah Lama Bikin Kenyang Lebih Cepat
Mengunyah makanan lebih lama terbukti secara ilmiah dapat membantu mengontrol asupan kalori-Ilustrasi/jambi-independent-Akmal
JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID – Mengunyah makanan lebih lama ternyata bukan sekadar bagian dari etika makan, tetapi juga memiliki dampak nyata terhadap kesehatan tubuh, terutama dalam mengontrol asupan kalori.
Sejumlah penelitian modern mengungkap bahwa kebiasaan sederhana ini mampu membuat seseorang makan lebih sedikit dan merasa kenyang lebih lama.
Melansir dari Dagens Diabetes, riset yang dilakukan oleh University of Birmingham menemukan bahwa peserta yang mengunyah setiap suapan selama 30 detik mengonsumsi camilan hingga setengah lebih sedikit dua jam setelah makan siang, dibandingkan dengan mereka yang makan seperti biasa.
Temuan serupa juga datang dari penelitian di Tiongkok yang menunjukkan bahwa mengunyah hingga 40 kali per suapan dapat menurunkan asupan kalori sekitar 12 persen dalam satu kali makan.
Meski terdengar sebagai temuan modern, prinsip ini sejatinya telah dikenal sejak lebih dari 14 abad lalu dalam ajaran Islam.
Apa yang Terjadi Saat Kita Mengunyah?
Mengunyah bukan sekadar proses mekanis, tetapi merupakan tahap awal penting dalam sistem pencernaan.
Berdasarkan penjelasan dari Fakultas Kedokteran UII, proses mengunyah membantu membentuk bolus atau partikel makanan yang lebih kecil sehingga mudah ditelan. Selain itu, aktivitas ini juga mengaktifkan enzim dalam air liur, seperti amilase, yang mulai memecah karbohidrat sejak di dalam mulut.
Air liur berperan sebagai langkah awal pencernaan. Jika proses ini tidak berjalan optimal, maka sistem pencernaan selanjutnya, seperti di lambung dan usus, juga bisa terganggu.
BACA JUGA:Jangan Sampai Salah Jadwal! Bank Jambi Tetap Buka Saat Cuti Lebaran, Ini Jam Layanan Terbarunya
Benarkah Harus 32 Kali?
Angka 32 atau 33 kali kunyahan yang sering disebut ternyata bersifat arbitrer atau tidak mutlak.
Melansir dari SBS Food, tidak ada jumlah pasti yang berlaku untuk semua jenis makanan. Nasi, daging, maupun sayuran memiliki tekstur berbeda sehingga membutuhkan jumlah kunyahan yang berbeda pula.
Namun demikian, prinsip utamanya tetap sama, yakni mengunyah makanan hingga benar-benar halus sebelum ditelan.
Profesor Sandra Capra dari University of Queensland menjelaskan bahwa mengunyah dengan baik dapat meningkatkan penyerapan nutrisi, memperlancar pencernaan, serta membantu tubuh lebih cepat mengenali rasa kenyang.
Sejalan dengan Ajaran Islam
Menariknya, kebiasaan ini juga selaras dengan ajaran Islam yang menekankan adab makan secara perlahan dan tidak tergesa-gesa.
Dalam sebuah hadits disebutkan:
"Sifat perlahan-lahan (sabar) berasal dari Allah. Sedangkan sifat tergesa-gesa berasal dari setan." (HR. Al-Baihaqi)
Rasulullah SAW juga menganjurkan untuk memperkecil suapan dan memperbaiki kunyahan. Meski dalam beberapa riwayat disebutkan angka tertentu, esensi utamanya adalah makan dengan tenang dan memastikan makanan dikunyah dengan baik sebelum ditelan.
BACA JUGA:Jangan Sampai Ludes! Ini 4 Strategi yang Bikin THR Tetap Utuh dan Menghasilkan
Kesimpulan
Mengunyah makanan lebih lama bukan hanya kebiasaan baik, tetapi juga strategi sederhana yang terbukti secara ilmiah untuk menjaga kesehatan.
Mulai dari membantu pencernaan, meningkatkan penyerapan nutrisi, hingga mengontrol asupan kalori, semua manfaat ini bisa didapat hanya dengan memperbaiki cara makan sehari-hari.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



