Benjolan Kecil Tapi Berbahaya? Kenali Tanda-Tanda Awal Kanker Kulit
Ilustrasi alat kesehatan-freefik-
JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Munculnya benjolan lemak di bawah permukaan kulit sebenarnya adalah kondisi yang cukup umum dan kerap kali tidak berbahaya. Namun, dalam beberapa kasus, benjolan ini bisa menjadi indikasi adanya masalah kesehatan serius yang patut diwaspadai.
Dikutip dari Hindustan Times, Dr. Srimanth BS, konsultan senior ortopedi onkologi di Rumah Sakit Manipal Old Airport Road, Bengaluru, menjelaskan bahwa sebagian besar benjolan memang bersifat jinak. Namun, ketika benjolan tumbuh membesar secara progresif, penanganan medis segera sangat disarankan.
“benjolan yang tumbuh di area seperti tungkai dalam, panggul, atau punggung dan terus membesar, bisa saja merupakan gejala awal dari sesuatu yang lebih serius,” ujar Dr. Srimanth. Ia menyebut kondisi ini dapat menyerupai 'puncak gunung es', yang artinya masalah yang terlihat hanyalah sebagian kecil dari kondisi sebenarnya.
Menurut Dr. Srimanth, salah satu indikator penting adalah ukuran benjolan. Bila ukurannya lebih kecil dari buah lemon dan sudah ada sejak lama, kemungkinan besar tidak berbahaya. Namun, jika ukurannya melebihi 5 cm, pemeriksaan medis sangat dianjurkan.
BACA JUGA:Launching Sekolah Lansia di Tanjab Timur, SKK Migas-PetroChina Libatkan Tim dari UIN STS Jambi
Benjolan yang berkembang pesat dalam hitungan hari atau minggu bisa menjadi tanda adanya infeksi, tumor, atau bahkan kanker. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan penyebabnya.
Secara umum, benjolan yang terasa halus, berada tepat di bawah kulit, dan mudah digerakkan saat disentuh, biasanya aman. Warna benjolan yang serupa dengan kulit atau sedikit lebih cerah karena kulit meregang juga tidak mengkhawatirkan.
Namun, jika benjolan tampak berwarna kemerahan, kebiruan, memiliki bentuk tak beraturan, atau terasa nyeri, maka sebaiknya segera diperiksakan.
Benjolan jinak umumnya tidak menimbulkan rasa sakit dan baru terdeteksi secara tidak sengaja, misalnya saat menyentuh tubuh. Tapi berbeda dengan tumor atau kanker ganas seperti sarkoma, yang biasanya tumbuh cepat dan menekan jaringan di sekitarnya seperti otot, saraf, bahkan tulang. Hal inilah yang menyebabkan rasa sakit dan ketidaknyamanan.
BACA JUGA:Launching Sekolah Lansia di Tanjab Timur, SKK Migas-PetroChina Libatkan Tim dari UIN STS Jambi
“Jika benjolan terasa nyeri, berwarna merah atau biru, mengeluarkan darah, atau bahkan pecah hingga menjadi luka terbuka, kondisi tersebut harus segera diperiksa untuk menyingkirkan kemungkinan sarkoma atau jenis kanker lainnya,” jelas Dr. Srimanth.
Untuk memastikan diagnosis, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan seperti USG, MRI, hingga PET-CT scan tingkat lanjut. USG berfungsi sebagai langkah awal untuk membedakan apakah benjolan tersebut berupa infeksi, lipoma (lemak), atau tumor. Jika hasil USG mencurigakan, pemeriksaan MRI lanjutan akan direkomendasikan untuk menggambarkan ukuran, jenis jaringan, dan sejauh mana penyebarannya.
“Teknologi pencitraan modern dapat membantu kami menilai struktur dan karakteristik benjolan secara menyeluruh,” tambahnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



