Namun, gambaran di Indonesia berbeda. Menurut data Omdia untuk kuartal kedua 2026, Transsion yang menaungi merek seperti itel, Tecno, dan Infinix memimpin dengan pangsa 26 persen.
Xiaomi berada di posisi kedua dengan 20 persen, Samsung 18 persen, OPPO 17 persen, dan vivo 15 persen. Apple dan merek lain hanya berbagi sekitar 4 persen.
Lima merek teratas menguasai sekitar 96 persen pengiriman di Indonesia, dan empat merek China atau Transsion saja memegang sekitar 78 persen.
Artinya, pasar Indonesia sangat dipengaruhi ponsel kelas menengah bawah, dan pangsa Apple di sini jauh lebih kecil dibanding rata-rata dunia.
Kondisi pasar Indonesia juga tertekan. Data Omdia menyebut pengiriman Indonesia turun 17 persen secara tahunan menjadi 7,2 juta unit pada kuartal pertama 2026, penurunan absolut terbesar di Asia Tenggara.
Penyebabnya mencakup stok saluran yang tinggi, permintaan Ramadan yang lemah, dan kenaikan harga eceran.
Perlu dicatat, angka perubahan pengiriman kuartal kedua yang dikutip berskala regional Asia Tenggara, bukan khusus Indonesia.
BACA JUGA:Wakapolda Jambi Hadiri Haul Akbar Syekh Abdul Qodir Al Jailani dan Harlah Majelis Al-Hidayah ke-7
Kenaikan harga terlihat pada ponsel populer, misalnya Redmi Note 15 yang dijual Rp2,899 juta untuk varian 6GB dan 128GB, serta Redmi Note 15 Pro 5G Rp5,099 juta.
Di segmen harga 200 hingga 299 dolar AS di Asia Tenggara, pangsa Samsung naik dari 18 persen menjadi 32 persen pada kuartal kedua.
Counterpoint memperkirakan kondisi sulit berlanjut hingga akhir 2026, dengan produsen memangkas produksi, menyederhanakan portofolio, dan lebih fokus pada perangkat premium.
Pemulihan volume yang berarti dinilai tidak mungkin terjadi sebelum biaya komponen dan pasokan membaik.
Secara keseluruhan, raja ponsel dunia saat ini adalah Samsung dan Apple, yang nyaris sama kuat, sedangkan di Indonesia mahkota dipegang Transsion diikuti Xiaomi dan Samsung.
Angka pangsa pasar di sini adalah pengiriman awal ke saluran distribusi, bukan penjualan ke konsumen, sehingga posisinya dapat berubah ketika data final dirilis.*