Lembaga riset Counterpoint memberi gambaran serupa. Menurutnya Samsung memegang sekitar 23 persen, Apple 22 persen, Xiaomi sekitar 10 persen, OPPO 9 persen, dan vivo 8 persen.
Satu pemberitaan yang mengutip lembaga ini menulis Xiaomi 12 persen, sehingga angka Xiaomi berbeda antar laporan.
Karena itu, pangsa pasar tiap merek sebaiknya dibaca sebagai perkiraan awal yang dapat direvisi.
Yang menarik, urutan dua teratas bergantung pada lembaga dan metodenya. Kedua lembaga sama-sama menempatkan Samsung di atas Apple, namun selisihnya sangat kecil.
BACA JUGA:Resep Ikan Goreng Bumbu Kuning, Gurih dan Kaya Rempah untuk Menu Keluarga
Counterpoint mencatat bahwa Samsung menjadi merek besar yang paling banyak menambah pangsa, sedangkan Apple untuk pertama kalinya mencatat pangsa Q3 di atas 20 persen.
Kuartal ini juga menjadi kuartal yang sulit bagi industri. Pengiriman global turun sekitar 22 persen menurut IDC, yang disebut sebagai penurunan tahunan terbesar yang pernah dicatat lembaga itu,
dan sekitar 20 persen menurut Counterpoint, level terendah untuk kuartal ketiga sejak 2012. Perbedaan angka ini juga berasal dari perbedaan metodologi.
Penyebab utamanya adalah krisis memori yang dipicu lonjakan permintaan komponen untuk kecerdasan buatan. IDC menyebut biaya memori naik sekitar 350 persen dibanding tahun lalu, meski kenaikan antarkuartal melambat.
BACA JUGA:Resep Ayam Kecap Pedas Manis, Bumbu Meresap Cocok untuk Lauk Sehari-hari
Counterpoint mencatat harga ponsel global naik sekitar 20 persen sepanjang 2026, sehingga banyak konsumen menunda mengganti ponsel.
Merek-merek China paling terdampak karena banyak mengandalkan ponsel kelas bawah. Pengiriman Xiaomi turun lebih dari 30 persen, sedangkan OPPO dan vivo turun lebih dari 20 persen menurut Counterpoint.
Xiaomi memangkas eksposur luar negeri di segmen murah, OPPO menggabungkan merek, dan vivo menghadapi kekurangan stok serta kenaikan harga.
Samsung relatif bertahan karena pengirimannya hanya turun sekitar 3 persen. Seri Galaxy A kelas menengah mendapat dukungan di pasar negara berkembang ketika sebagian merek China mengurangi kehadirannya.
BACA JUGA:Angga Perdana Hamdani Bawa Ajwa Tour Indonesia Peringkat Pertama Keberangkatan Jamaah se-Jambi
Sementara itu, pengiriman Apple menurun karena iPhone 18 dasar belum hadir saat peluncuran, meski iPhone 18 Pro disebut mendapat sambutan lebih kuat, terutama di China dan India.