Era Baru Dimulai! Kendaraan Hidrogen Diuji Jalan Juli 2026, Simak Faktanya
Pemerintah melalui Kementerian ESDM akan menggelar uji jalan kendaraan hidrogen pada Juli 2026-ilustrasi/jambi-independent.co.id-akmal
JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Pemerintah bersiap membuka babak baru dalam pengembangan energi bersih nasional. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan menggelar uji jalan kendaraan berbahan bakar hidrogen pada 23 Juli 2026 mendatang.
Agenda ini menjadi bagian dari rangkaian Global Hydrogen Ecosystem Summit (GHES) 2026.
Uji jalan tersebut akan melibatkan berbagai jenis kendaraan, mulai dari bus, mobil penumpang, hingga sepeda motor berbasis hidrogen hasil konversi. Rute yang dipilih pun bukan sembarangan, yakni kawasan protokol Sudirman–Thamrin, Jakarta.
Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa hidrogen mulai dilirik sebagai energi alternatif untuk sektor transportasi, bukan hanya terbatas pada industri.
BACA JUGA:Deretan Mobil Listrik Rp200 Jutaan di IIMS 2026, Jarak Tempuh Maksimal 400 Km
Unjuk Kesiapan Teknologi di Ruang Publik
Wakil Menteri ESDM Yuliot mengatakan, GHES 2026 dirancang sebagai platform strategis untuk membangun kepercayaan terhadap industri hidrogen di Indonesia.
Salah satu agenda utama yang paling dinantikan adalah hydrogen road test dan hydrogen vehicle test drive.
“Acara ini (GHES) juga akan dihadirkan berbagai program utama, seperti konferensi, business matching, hydrogen road test, dan hydrogen vehicle test drive,” ujar Yuliot saat membuka GHES secara virtual.
Menurutnya, uji jalan ini bukan sekadar seremoni. Pemerintah ingin menunjukkan secara langsung kesiapan teknologi, infrastruktur pendukung, hingga aspek keselamatan kendaraan hidrogen di ruang publik.
BACA JUGA:Diskon Hampir Rp100 Juta! Kesempatan Emas Boyong Mitsubishi XFroce di IIMS 2026
Dengan menghadirkan kendaraan di jalan protokol ibu kota, pemerintah berharap publik dan pelaku industri dapat melihat langsung potensi nyata hidrogen sebagai energi transportasi masa depan.
Tak Hanya untuk Industri Pupuk dan Kilang
Selama ini, pemanfaatan hidrogen di Indonesia masih didominasi sektor industri pupuk dan kilang minyak. Konsumsi hidrogen nasional tercatat sekitar 1,75 juta ton per tahun.
Namun, pemerintah menilai angka tersebut justru menunjukkan peluang ekspansi yang besar. Pengembangan hidrogen tidak boleh berhenti pada pemanfaatan konvensional.
Pemerintah menargetkan hidrogen masuk ke sektor transportasi sebagai bagian dari transformasi energi bersih nasional.
Langkah ini sejalan dengan upaya menurunkan emisi karbon dan memperluas bauran energi ramah lingkungan.
BACA JUGA:Hyundai IONIQ 9 2026 Tantang Mitsubishi Outlander, Mana Lebih Menggoda?
Sudah Masuk Regulasi Strategis Nasional
Komitmen tersebut diperkuat melalui Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2025, yang menetapkan hidrogen dan amonia sebagai Sumber Energi Baru strategis.
Dalam regulasi itu, hidrogen diproyeksikan mampu berkontribusi sekitar 10–12 persen terhadap energi primer nasional pada 2060.
Target tersebut menunjukkan bahwa hidrogen bukan sekadar proyek jangka pendek, melainkan bagian dari peta jalan transisi energi jangka panjang Indonesia.
Bangun Ekosistem Terintegrasi
Yuliot menegaskan, pemerintah ingin memastikan ekosistem hidrogen tumbuh secara terintegrasi, mulai dari kebijakan, teknologi, hingga kesiapan pasar.
“Tentu pemerintah sangat berkepentingan untuk adanya Global Hydrogen Ecosystem Summit ini, karena kami melihat dari sisi ekosistem,” ujarnya.
BACA JUGA:Hyundai Gebrak IIMS 2026 Lewat Santa Fe XRT Hybrid, Ini Tambahan Fitur yang Dinanti
Melalui GHES 2026, pemerintah mendorong kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, pelaku industri, dan investor.
Forum ini diharapkan menjadi katalis percepatan pengembangan hidrogen dan amonia sebagai bagian dari agenda besar transisi energi nasional.
Jika uji jalan pada Juli 2026 berjalan sukses, bukan tidak mungkin kendaraan hidrogen akan menjadi salah satu alternatif nyata di jalan raya Indonesia dalam beberapa tahun ke depan. Era baru energi bersih pun kian mendekat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



