b9

Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Resmi Ditahan KPK, Pakai Rompi Oranye dan Diborgol

Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Resmi Ditahan KPK, Pakai Rompi Oranye dan Diborgol

Ilustrasi. -ist/jambi-independent.co.id-

JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID – Drama operasi tangkap tangan (OTT) kembali mengguncang dunia politik daerah.

Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, resmi mengenakan rompi oranye tahanan usai ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa 3 Maret 2026 dini hari.

Penetapan tersangka itu sekaligus menandai penahanan Fadia di Rumah Tahanan KPK setelah menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.

Pantauan di lokasi pada Rabu 4 Maret 2026, Fadia turun dari ruang pemeriksaan dengan tangan terborgol.

BACA JUGA:Sertifikat Warga Dibekukan! DPRD Kota Jambi Bergerak ke Jakarta Bongkar Polemik Lahan Zona Merah

Ia mengenakan rompi oranye khas tahanan KPK dan tampak menutupi wajahnya dengan kerudung hitam saat digiring menuju mobil tahanan.

Fadia Bantah Terjaring OTT

Di hadapan wartawan, Fadia membantah dirinya tertangkap tangan dalam operasi tersebut. Ia mengklaim saat penggerebekan dilakukan di rumahnya di Pekalongan, dirinya sedang berada di Semarang bersama Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi.

“Saya tidak OTT, saya tidak ada barang apa pun yang diambil. Pada saat penggerebekan ke rumah, saya sedang bersama Pak Gubernur Jawa Tengah,” ujarnya.

Ia juga membantah menerima uang sepeser pun terkait dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan.

BACA JUGA:Resmi! Besaran Zakat Jambi 2026 Ditetapkan, Mulai Rp40 Ribu per Orang, Tapi Bukan untuk Program Ini

“Barang serupiah pun, demi Allah enggak ada,” tegasnya.

Menurut Fadia, pertemuannya dengan Gubernur Ahmad Luthfi hanya untuk meminta izin tidak menghadiri agenda makan bergizi gratis (MBG). Namun ia tak merinci waktu dan lokasi pertemuan tersebut.

14 Orang Diamankan, Termasuk Sekda

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait