b9

Intip Spek Lengkap Tata Yodha dan Ultra T.7, Armada Impor India untuk 105 Ribu Koperasi Desa

Intip Spek Lengkap Tata Yodha dan Ultra T.7, Armada Impor India untuk 105 Ribu Koperasi Desa

Program Koperasi Merah Putih menghadirkan 70 ribu kendaraan Tata Yodha dan Ultra T.7-ilustrasi/jambi-independent.co.id-akmal

JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Program strategis nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) kini menjadi sorotan publik.

Program ini mencakup pengadaan 105.000 kendaraan operasional yang ditujukan untuk memperkuat distribusi hasil pertanian dan logistik pedesaan di berbagai wilayah Indonesia.

Sebanyak 70.000 unit kendaraan niaga akan dipasok oleh Tata Motors, dengan rincian 35.000 unit pikap Tata Yodha dan 35.000 unit truk ringan Tata Ultra T.7.

Pengadaan dilakukan melalui PT Tata Motors Distribusi Indonesia dan akan diserahkan kepada PT Agrinas Pangan Nusantara sebagai pelaksana program.

BACA JUGA:Perang AS – Iran Ancam Ekonomi Dunia, Dampaknya Bisa Hantam Dapur Rumah Tangga Indonesia

 

Langkah ini diharapkan mampu memperkuat konektivitas desa serta memperlancar arus barang dari tingkat desa menuju pasar regional.

Tata Yodha dirancang sebagai kendaraan pikap komersial ringan yang menyasar sektor distribusi, pertanian, konstruksi ringan hingga logistik pedesaan.

 

Secara spesifikasi, Tata Yodha dibekali mesin diesel 2,2 liter Direct Injection (DI) yang telah memenuhi standar emisi BS6.

Mesin ini mampu menghasilkan tenaga sekitar 100 hp dengan torsi puncak 250 Nm. Tenaga tersebut disalurkan melalui transmisi manual 5-percepatan.

BACA JUGA:Truk Colt Diesel Ngamuk Pagi-Pagi! Seruduk 3 Motor, Warung Sayur dan Rumah Warga Hancur

 

Konfigurasi sasis yang kuat serta kapasitas angkut besar membuat kendaraan ini dinilai cocok menghadapi beragam kondisi jalan, termasuk medan kurang mulus di wilayah pedesaan.

Sementara itu, Tata Ultra T.7 masuk dalam kategori light commercial vehicle (LCV). Truk ini menggunakan mesin diesel 45P B5G Phase 2 TCIC berkapasitas 2.956 cc dengan konfigurasi empat silinder, turbocharger, dan intercooler.

 

Mesin tersebut mampu menghasilkan tenaga hingga 125 PS (sekitar 123 dk) pada 2.800 rpm dalam mode operasi berat.

Torsi maksimalnya mencapai 360 Nm pada putaran rendah hingga menengah, yang penting untuk kendaraan dengan muatan penuh.

BACA JUGA:Vonis! Terdakwa Korupsi Dana BOP Diknas Batang Hari Dihukum 3 Tahun, Lebih Ringan dari Tuntutan Jaksa

 

Ultra T.7 memiliki kapasitas tangki bahan bakar 90 liter, mendukung mobilitas jarak jauh terutama di wilayah dengan akses SPBU terbatas. Kendaraan ini memiliki Gross Vehicle Weight (GVW) sekitar 7.490 kg saat terisi penuh.

 

Dorong Ekonomi Desa

Menurut pihak pabrikan, kedua model tersebut dirancang dengan fokus pada durabilitas tinggi, waktu operasional panjang, serta efisiensi biaya operasional.

Kehadiran armada ini diharapkan mampu memperkuat distribusi hasil pertanian, mempercepat rantai pasok logistik desa, serta mendukung pertumbuhan ekonomi berbasis koperasi.

Program pengadaan berskala besar ini menjadi salah satu langkah konkret dalam membangun konektivitas desa secara lebih terintegrasi di seluruh Indonesia.

BACA JUGA:Bantah Isu Tutup Alfamart-Indomaret demi KDMP, Lasarus: Hanya Soal Pembatasan Ekspansi, Bukan Tutup Usaha

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait