Kembali Anjlok, Harga Minyak Dunia Turun saat Negara G7 Berencana Beri Sanksi ke Rusia

Kembali Anjlok, Harga Minyak Dunia Turun saat Negara G7 Berencana Beri Sanksi ke Rusia

Harga minyak dunia kembali anjlok-Foto : Ilustrasi-Pixabay

JAKARTA, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID  - Harga minyak dunia beberapa hari belakangan mengalami penurunan.

Seperti halnya yang terjadi pada harga minyak dunia yang kembali  anjlok pada perdagangan Hari Rabu atau Kamis 24 November 2022. 

Turunnya harga minyak dunia terjadi karena negara kelompok G7 mempertimbangkan untuk membatasi harga minyak Rusia.

Bersamaan dengan itu, persediaan bensin di AS pun tengah naik di atas prediksi.

BACA JUGA:Woow..!! Ternyata Segini Gaji Wasit di Piala Dunia Qatar 2022, Ini Rinciannya

BACA JUGA:Sebagai Penghubung Tol Kapal Betung Menuju Jambi, Ini Jembatan Terpanjang di Indonesia


Mengutip CNBC, Kamis 24 November 2022, harga minyak berjangka untuk pengiriman Januari turun USD 3,57, atau 4 persen, menjadi USD 84,79 per barel. 

Di awal perdagangan, kedua kontrak perdagangan minyak dunia tersebut telah naik lebih dari USD 1 per barel.

The Energy Information Administration merilis data bahwa stok bensin AS naik 3,1 juta barel. Angka ini jauh melebihi perkiraan para analis yang ada di angka 383 ribu barel.

 

 

"Peningkatan pasokan bensin menunjukkan bahwa mungkin kita melihat permintaan melemah atau bensin akan habis menjelang liburan."

Data The Energy Information Administration juga menunjukkan penarikan persediaan minyak mentah sebesar 3,7 juta barel. 

 

Sedangkan ekspektasi analis dalam jajak pendapat Reuters memprediksikan akan terjadi penurunan 1,1 juta barel.

 

Negara-negara G7 melihat batas harga minyak lintas laut Rusia di kisaran USD 65-70 per barel, menurut seorang pejabat Eropa pada hari Rabu.

BACA JUGA:Data Baru! Gempa di Cianjur, 268 Meninggal dan 151 Orang Hilang

BACA JUGA:Keajaiban di Tengah Bencana !! Detik Detik Anak Kecil Selamat setelah Tiga Hari Terjebak di Runtuhan Bangunan

 

Sementara itu, minyak mentah Ural yang dikirim ke Eropa barat laut diperdagangkan sekitar USD 62-USD 63 per barel, meskipun lebih tinggi di Mediterania sekitar USD 67-USD 68 per barel menurut data Refinitiv.

 

Karena biaya produksi diperkirakan sekitar USD 20 per barel, batas tersebut masih akan menguntungkan bagi Rusia untuk menjual minyaknya dan dengan cara ini mencegah kekurangan pasokan di pasar global. (Derry Sutardi/disway.id)

Artikel ini juga tayang di diaway.id
Dengan judul harga minyak dunia anjlok di tengah rencana negara g7 sanksi ke rusia



https://disway.id/read/669539/harga-minyak-dunia-anjlok-di-tengah-rencana-negara-g7-sanksi-ke-rusia

Sumber: disway.id