Terungkap, Hasil Pemeriksaan Terkait Batalnya Pembangunan RS Talang Banjar di Eks Graha Lansia Kota Jambi

Terungkap, Hasil Pemeriksaan Terkait Batalnya Pembangunan RS Talang Banjar di Eks Graha Lansia Kota Jambi

DIHENTIKAN: Tampak suasana di lokasi pembangunan RS Talang Banjar sepi pekerja. Ini lantaran proses pembangunan harus dihentikan.-rizal/jambi-independent.co.id-rizal zebua

KOTA JAMBI, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID – Inspektorat KOTA JAMBI rupanya juga telah melakukan pemeriksaan, terkait batalnya pembangunan RS Talang Banjar. Rumah sakit tipe C ini, sebelumnya akan dibangun di lahan eks Graha Lansia KOTA JAMBI, Kecamatan Jambi Timur.

Hasilnya, Inspektorat Kota Jambi memastikan, tidak ada penyalahgunaan kewenangan ataupun kekuasan, terkait batal dibangunnya rumah sakit tipe C di eks Graha Lansia Kota Jambi, Kecamatan Jambi Timur.

Kepala Inspektorat Kota Jambi, Yunita Indrawati menyebutkan, pihaknya juga telah memeriksa intansi terkait, dalam hal ini Dinas PUPR Kota Jambi. Pemeriksaan bahkan telah dilakukan sejak Agustus lalu.

“Dinas PUPR sudah cukup kooperatif. Kerugian sudah dibayarkan (uang muka, red),” kata dia. Dari hasil pemeriksaan pihaknya, sebut Yunita bahwa, dalam perencanaan pembangunan rumah sakit tersebut memang ada kesalahan administratif. Sehingga batal dibangun. “Dalam pelaksanaan tidak ada persoalan,” kata dia.

BACA JUGA:Polisi Temukan Sejumlah Buku Tabungan Satu Keluarga Meninggal Dunia, Telusuri Aliran Dana

BACA JUGA:Ikuti DAIFEST 2022 #Serunyabelidaihatsu, Promo Akhir Tahun Bertabur Hadiah

Dari tahap pelaksanaan lalu masuk ke tahap aset. Ketentuan kenapa Gedung Graha Lansia dibongkar lanjutnya, memang ada rencana gedung tersebut akan digunakan sebagai fasilitas kesehatan.

“Selain itu memang, 1 tahun belakangan ini tidak aktif. Status asetnya juga telah dihapus sehingga dibongkar, untuk dibangun fasilitas kesehatan,” terangnya.

Rencana dibangunnya fasiltias kesehatan ini juga sudah jauh-jauh hari dibahas, mengingat wabah pandemi Covid-19 beberapa waktu lalu, Kota Jambi kekurangan tempat perawatan.

“Kebijakan kepala daerah, memang menginginkan adanya rumah sakit baru untuk menyikapi pandemi beberapa waktu lalu,” jelasnya.

BACA JUGA:Uang Ganti Untung Jalan Tol Jambi-Betung Diserahkan ke Warga Sungai Landai, Ini Kata Gubernur Jambi

BACA JUGA:Masih Jauh dari Target RPJMD, 6.500 Warga Kota Jambi Masuk Kategori Miskin Ekstrim

Selain itu, alasannya lainnya yakni, beberapa rumah sakit milik Pemkot Jambi akan naik status. Sehingga dibutuhkan rumah sakit baru.

RS Abdul Manap akan berubah ke B, HAS ke C, dan kita harus ada RS yang statusnya D.  Kalau tidak ada tempat rujukan baru, kita akan kesulitan nantinya. Ini kalau berbicara historis,” terangnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: