Program Tak Berjalan di RT 10 Kelurahan Rawasari, Ini Penyebabnya

Program Tak Berjalan di RT 10 Kelurahan Rawasari, Ini Penyebabnya

Program ‘Lemari Sandang’ tak berjalan karena sepi peminat.-DEVA MONANDA/JAMBI INDEPENDENT-

JAMBI, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID – Tidak semua program bentukan pemerintah dapat terealisasi dengan baik. Contohnya saja, program dan inovasi yang dibentuk pihak RT 10, Kelurahan Rawasari, Kecamatan Alambarajo, Kota Jambi.

Meski tujuan dari program tersebut sangat baik, ternyata tidak semuanya diterima oleh masyarakat. Salah satu program yang tidak berjalan, ialah ‘Lemari Sandang’.

Ketua RT 10, Hanif Lubis mengatakan bahwa, program tersebut merupakan sumbangan baju layak pakai dari warga setempat.

Namun, ternyata peminat dari program tersebut tidak banyak. Sehingga program yang sudah dibentuk selama satu tahun ini tidak berjalan.

BACA JUGA:Menko Airlangga Optimis Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II di Atas Level Inflasi

BACA JUGA:Sudah Dibuka Kebijakan Baru, Visa Ibadah Umrah 1443 H Berlaku 3 Bulan

“Program ini tidak ada peminatnya, jadi sampai sekarang tidak berjalan,” katanya.

Hanif mengatakan, dengan program ‘Lemari Sandang’ tersebut, kata dia sebenarnya diharapkan agar warga dapat menyumbangkan pakaian yang sudah tak terpakai, dan diberikan kepada yang lebih membutuhkan.

Namun, setelah berjalan dan disosialisasikan, rupanya tak begitu banyak peminat. Meski begitu, ia tak berkecil hati. Sebab, program lain yang diperuntukkan bagi membantu warga sekitar cukup berjalan.

Di antaranya, program tabungan beras dan dana darurat. Program-program tersebut pun sudah berjalan beberapa tahun.

BACA JUGA:Ramalan Karier Berdasarkan Zodiak, Libra, Anda Mungkin Merasa Bahwa Semua Orang Menentang Anda

BACA JUGA:Zodiak Kamu, 5 Agustus 2022, Libra, Anda Mungkin Merasa Agak Cemas

Hanif Lubis mengatakan, memang di lingkungannya cukup banyak keluarga pra sejahtera atau keluarga kurang mampu.

Untuk membantu perekonomian warga, Hanif Lubis mengadakan program Dana Darurat Bergulir. Dana ini dikhususkan untuk warga yang memiliki kesulitan perekonomian.  

Hanif Lubis mengatakan, program tersebut sudah berjalan selama 5 tahun, dan terdapat 62 Kartu Keluarga (KK) yang sudah meminjam, dengan jumlah uang yang telah beredar sekitar Rp 69 juta.

Sebagai perpanjangan tangan dari pemerintah, dirinya mengatakan bahwa sangat mengutamakan perekonomian warganya. Maka dari itu, dirinya telah melaksanakan beberapa program yang dapat membantu kesejahteraan ekonomi masyarakat.

BACA JUGA:Jadi Tulang Punggung Keluarga, Nathalie Holsher Curhat Begini

BACA JUGA:Rutin Minum Teh, Punya Manfaat Baik untuk Kesehatan Tubuh, Apa Saja? Simak Penjelasannya

"Saya lebih utamakan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, jadi saya membuat beberapa program supaya mereka terbantu," kata dia.(mg02/tav/zen)

Sumber: