Sering Alami Mimpi Buruk? Waspadai Tanda Penuaan Biologis Lebih Cepat dan Risiko Kesehatan Serius!
Ilustrasi Mimpi Buruk-Freepik/jambi-independent.co.id-
JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Mimpi buruk kerap dianggap hal wajar, namun jika terjadi berulang setiap minggu, hal itu bisa menjadi sinyal adanya masalah kesehatan yang lebih serius.
Penelitian terbaru mengungkap bahwa orang yang sering mengalami mimpi buruk cenderung mengalami penuaan biologis lebih cepat dibandingkan mereka yang jarang bermimpi buruk.
Kongres Akademi Neurologi Eropa menunjukkan, individu dewasa yang mengalami mimpi buruk mingguan memiliki risiko tiga kali lipat lebih tinggi untuk meninggal muda dibandingkan mereka yang jarang atau tidak pernah mengalaminya.
BACA JUGA:Cepat dan Peduli! Wabup Junaidi Mahir Pastikan Korban Kebakaran Kasang Kumpeh Dapat Bantuan
Abidemi Otaiku, ahli saraf dari Imperial College London dan penulis utama studi tersebut, menyebut bahwa mimpi buruk yang terjadi secara rutin dapat menjadi indikator kematian dini yang lebih kuat daripada kebiasaan merokok, obesitas, pola makan tidak sehat, atau gaya hidup pasif.
Menurut Otaiku, mimpi buruk merupakan bentuk mimpi yang menimbulkan kesedihan atau gangguan emosional.
Ia menjelaskan bahwa otak manusia tidak mampu membedakan antara mimpi dan kenyataan saat tidur, sehingga respons tubuh terhadap mimpi buruk bisa sama kuatnya seperti menghadapi ancaman nyata.
Kondisi ini memicu lonjakan hormon kortisol yang berkepanjangan dan berhubungan dengan percepatan penuaan sel.
BACA JUGA:Benjamin Paulus Ditunjuk Prabowo sebagai Wakil Menteri Kesehatan
Selain berdampak psikologis, mimpi buruk juga memberikan efek fisik seperti jantung berdebar cepat, napas terengah, hingga tubuh berkeringat.
"Bagi mereka yang sering mengalaminya, akumulasi stres dapat mempercepat proses penuaan dan mengganggu pemulihan tubuh saat tidur," ujar Otaiku.
Asosiasi Psikologi Amerika turut mencatat bahwa mimpi buruk bisa meningkatkan tingkat kecemasan, menurunkan suasana hati, bahkan dikaitkan dengan risiko bunuh diri yang lebih tinggi.
BACA JUGA:196 WNA Ditindak Imigrasi Selama Tiga Hari Pelaksanaan Operasi Wirawaspada di Jabodetabek
Sementara itu, penyebab mimpi buruk bisa bervariasi, mulai dari stres, trauma, efek obat-obatan, konsumsi alkohol berlebihan, hingga gangguan kesehatan seperti depresi. Bahkan, makanan tertentu seperti keju juga dapat memicunya, terutama bagi individu dengan intoleransi laktosa.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




