JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Hari ke-5 puasa Ramadan bertepatan dengan awal pekan. Bagi sebagian orang, kombinasi ini terasa seperti “double challenge”.
Energi belum sepenuhnya stabil karena penyesuaian pola tidur dan makan, sementara rutinitas kerja atau sekolah kembali berjalan normal. “Cepet banget sih weekend berlalu?”“Hah, udah Senin aja?” Kalimat-kalimat seperti ini mungkin sering terucap. Jika iya, bisa jadi Anda sedang mengalami Monday Blues. BACA JUGA:ATM & Mobile Banking Error! Bank Jambi Minta Maaf, Ini Penjelasan Resmi dan Jaminan untuk Nasabah Apa Itu Monday Blues? Monday Blues adalah istilah yang menggambarkan munculnya emosi negatif menjelang atau saat hari Senin tiba. Perasaan yang muncul bisa berupa cemas, sedih, lelah, enggan, hingga kesal karena harus kembali beraktivitas setelah akhir pekan. Sindrom ini bisa dialami siapa saja, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa. Sesekali merasakannya tergolong wajar. Namun, jika hampir setiap minggu merasa tertekan saat Senin datang, ada baiknya mencari tahu penyebabnya. Menurut psikolog klinis Beta Kurnia, M.Psi, Monday Blues menggambarkan emosi kurang menyenangkan seperti sedih, cemas, lelah, dan stres yang berkaitan dengan hari Senin. Ia menegaskan, yang menjadi pemicu bukanlah hari Seninnya, melainkan aktivitas atau lingkungan yang dihadapi pada hari tersebut. BACA JUGA:Baru Awal Puasa, BPNT Rp600 Ribu Sudah Masuk Rekening Dua Kali? Simak Faktanya! Dalam kondisi lebih serius, seseorang bahkan bisa mengalami ketakutan ekstrem hingga enggan keluar rumah di hari Senin. Jika sudah mengganggu aktivitas harian, disarankan untuk berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater dan tidak melakukan diagnosis sendiri. Penyebab Monday Blues Ada beberapa faktor yang memicu Monday Blues, antara lain:
Siklus jam tubuh yang kacau akibat begadang saat akhir pekan
Perubahan suasana dari santai ke rutinitas kerja
Tidak menyukai pekerjaan atau aktivitas yang dijalani
Tidak adanya keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi (work-life balance)
Tekanan pekerjaan yang menanti di awal pekan
Kurang istirahat dan relaksasi saat akhir pekan
Kecemasan emosional yang belum terselesaikan
Bangun pagi terasa lebih berat dari biasanya
Mood menurun atau mudah tersinggung
Sulit fokus dan kurang produktif
Merasa cemas memikirkan pekerjaan
Tubuh terasa lelah meski sudah libur
Jika hampir setiap minggu merasa enggan beraktivitas di hari Senin, coba tuliskan apa yang sebenarnya dirasakan. Tanyakan pada diri sendiri: apakah yang dirasakan marah, sedih, takut, atau cemas? Apa pemicunya? Orang tertentu atau beban tugas? Dengan memahami sumber masalah, solusi akan lebih mudah ditemukan. BACA JUGA:Viral! Anggota Brimob Diduga Aniaya 2 Siswa MTsN di Tual, 1 Tewas Bersimbah Darah – Mabes Polri Buka Suara 2. Lakukan Kegiatan Menyenangkan (Me Time) Sebelum menyambut Senin, lakukan aktivitas yang membuat bahagia seperti bertemu keluarga, olahraga ringan, menjalani hobi, atau sekadar beristirahat cukup. Hal ini membantu memulihkan energi emosional. 3. Hindari Membawa Pekerjaan ke Akhir Pekan
Gunakan Sabtu dan Minggu sebagai waktu istirahat maksimal. Hindari membahas tugas atau target kerja agar pikiran benar-benar rileks. 4. Persiapkan Hari Senin Sejak Jumat
Selesaikan pekerjaan penting sebelum akhir pekan dan buat daftar tugas untuk minggu berikutnya. Dengan begitu, Senin tidak terasa menumpuk dan lebih terstruktur. 5. Bangun Lebih Awal di Hari Senin
Tidur lebih awal di Minggu malam membantu tubuh lebih segar. Waktu ekstra di pagi hari bisa dimanfaatkan untuk sahur yang tenang, meditasi ringan, atau menyiapkan sarapan keluarga. 6. Pilih Pakaian Favorit
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengenakan pakaian favorit dapat meningkatkan suasana hati. Hal sederhana ini bisa membantu memulai hari dengan lebih percaya diri dan positif. BACA JUGA:Api Mengamuk di Jaluko! Tiga Rumah di Simpang Limo Ludes Dilalap Si Jago Merah, Warga Panik Berhamburan Awal Pekan Tetap Produktif Monday Blues adalah hal yang manusiawi, terlebih saat menjalani puasa Ramadan. Namun, dengan persiapan yang baik, manajemen waktu, serta menjaga keseimbangan fisik dan mental, hari Senin tidak lagi terasa menakutkan. Alih-alih menjadi beban, awal pekan bisa dijadikan momentum baru untuk memulai hari dengan lebih semangat dan penuh energi positif.