b9

WFH Jumat Resmi Diterapkan, Ini 7 Sektor Bisnis yang Panen Cuan & yang Kolaps

WFH Jumat Resmi Diterapkan, Ini 7 Sektor Bisnis yang Panen Cuan & yang Kolaps

Kebijakan WFH 1x seminggu bagi ASN & swasta ciptakan peluang bisnis digital-Ilustrasi/jambi-independent-Akmal

JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Kebijakan work from home (WFH) satu hari dalam sepekan yang resmi diberlakukan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) mulai 1 April 2026, dan diimbau untuk sektor swasta, BUMN, serta BUMD, tidak hanya mengubah pola kerja, tetapi juga menciptakan peluang bisnis baru.

Di tengah pembatasan mobilitas, sektor berbasis digital justru menjadi pihak yang paling diuntungkan.

Sekretaris Jenderal Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Anggawira, memproyeksikan peningkatan permintaan signifikan pada sektor teknologi dan layanan digital seiring penerapan WFH.

"Ada sektor yang justru bisa diuntungkan, seperti teknologi digital, telekomunikasi, e-commerce, layanan cloud, platform meeting online, co-working fleksibel, hingga bisnis penunjang rumah tangga seperti delivery makanan dan groceries," ujarnya, Rabu (8/4/2026).

BACA JUGA:Macet Akibat Truk Batu Bara Patah As di Simpang Jelutih Belum Terurai! Antrean Kendaraan Mengular

 

Anggawira menilai, ketika mobilitas menurun, kebutuhan akan layanan berbasis digital biasanya meningkat. "Ini yang harus dilihat sebagai momentum untuk mempercepat transformasi digital di dunia usaha," tambahnya.

 

Sektor Lapangan Tetap Butuh Kehadiran Fisik

Namun, di balik peluang tersebut, sejumlah sektor justru menghadapi tantangan besar. Terutama industri yang sangat bergantung pada kehadiran fisik pekerja dan aktivitas lapangan.

"Keluhan yang paling banyak muncul biasanya dari pelaku usaha yang operasionalnya sangat bergantung pada kehadiran fisik, seperti manufaktur, logistik, transportasi, konstruksi, ritel, hospitality, makanan dan minuman, hingga sektor jasa yang membutuhkan interaksi langsung dengan konsumen," jelas Anggawira.

Ia menekankan bahwa kebijakan WFH tidak bisa diterapkan secara seragam di semua sektor. "Fleksibilitas menjadi kunci agar kebijakan ini tidak mengganggu aktivitas ekonomi secara keseluruhan."

BACA JUGA:Waspada! Kopi Jantan +++ Ditarik BPOM, Konsumsi Berisiko Gagal Jantung dan Ginjal

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: