Posisi ini memberikan ruang strategis bagi Indonesia untuk melakukan diversifikasi ekonomi tanpa harus melepaskan keunggulan komparatifnya di sektor komoditas.
Tantangannya adalah bagaimana memanfaatkan kekayaan sumber daya alam sebagai modal awal untuk mendorong hilirisasi, penguatan manufaktur, dan ekspansi sektor jasa bernilai tambah tinggi.
Dengan strategi tersebut, sumber daya alam tidak hanya menjadi mesin pertumbuhan jangka pendek, tetapi juga fondasi transformasi ekonomi Indonesia menuju struktur yang lebih berimbang, berdaya saing, dan berkelanjutan.