b9

Ekonomi Mudik Sebarkan Uang Rp190 Triliun, Gerakkan Ekonomi Nasional

Ekonomi Mudik Sebarkan Uang Rp190 Triliun, Gerakkan Ekonomi Nasional

Noviardi Ferzi-ist/jambi-independent.co.id-

JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID – Momentum mudik Idul Fitri 2026 diyakini kembali menjadi penggerak utama perputaran ekonomi nasional.

Perputaran uang yang dibelanjakan pemudik selama periode Lebaran tahun ini diperkirakan menembus Rp190 triliun, terpisah dari uang beredar atau uang Layak Edar (ULE) yang disiapkan Bank Indonesia sebesar Rp185,6 triliun.

Jumlah pemudik diprediksi mencapai sekitar 144 juta orang. Sementara itu, uang beredar yang disiapkan Bank Indonesia mencakup stok tunai yang didistribusikan melalui perbankan sekitar Rp177 triliun serta layanan penukaran langsung sebesar Rp8,6 triliun.

Adapun angka Rp190 triliun merepresentasikan nilai transaksi konsumsi aktual masyarakat seperti belanja kebutuhan Lebaran, angpao, transportasi, hingga aktivitas ekonomi lainnya yang baru terealisasi saat arus mudik berlangsung.

BACA JUGA:Prabowo Pasang Target Besar, Danantara Diminta Sumbang Rp800 Triliun per Tahun

Pengamat ekonomi, Noviardi Ferzi, menjelaskan terdapat perbedaan mendasar antara uang beredar yang disiapkan otoritas moneter dengan uang yang benar-benar dibelanjakan masyarakat selama periode mudik.

Menurutnya, uang beredar merupakan kapasitas likuiditas yang disediakan secara antisipatif oleh Bank Indonesia untuk memenuhi kebutuhan transaksi masyarakat.

Sementara uang yang dibelanjakan mencerminkan kecepatan perputaran uang atau velocity of money yang terjadi secara riil ketika jutaan pemudik bergerak dari pusat ekonomi seperti Jabodetabek menuju daerah asal di berbagai wilayah Indonesia.

“Uang beredar Rp185,6 triliun itu seperti tangki bahan bakar yang sudah disiapkan penuh. Sementara Rp190 triliun perputaran ekonomi adalah jarak tempuh aktualnya ketika uang itu benar-benar dibelanjakan selama mudik," kata dia, KAmis 12 Maret 2026.

BACA JUGA:Prabowo Targetkan Swasembada Energi, BBM dari Jagung hingga Tebu Disiapkan?

"Bahkan nilainya bisa lebih besar karena uang yang sama bisa berputar berkali-kali di sektor usaha kecil di daerah,” sambungnya.

Distribusi uang beredar juga menunjukkan konsentrasi ekonomi mudik masih didominasi Pulau Jawa. Jawa Tengah menjadi provinsi dengan alokasi terbesar yakni sekitar Rp26,32 triliun melalui 251 titik layanan penukaran uang, melampaui Jawa Timur yang menerima sekitar Rp24,6 triliun.

Besarnya alokasi tersebut sejalan dengan tingginya arus pemudik menuju wilayah itu yang diperkirakan mencapai sekitar 38 juta orang.

Menurut Noviardi, besarnya arus manusia tersebut secara langsung memicu lonjakan konsumsi lokal, terutama pada sektor perdagangan ritel, kuliner, transportasi lokal, hingga jasa pariwisata daerah.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: