SAH Tegaskan Program MBG Jadi Kunci Pengentasan Stunting, Penguatan Generasi Masa Depan
MASA DEPAN : SAH tegaskan program MBG jadi kunci pengentasan stunting.-Foto : ist-Jambi Independent
JAMBI,JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID – Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Jambi Dr. Ir. H. A. R. Sutan Adil Hendra, M.M. menilai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki kontribusi besar dalam upaya pengentasan stunting di Indonesia, termasuk di Provinsi Jambi.
Menurut Sutan Adil Hendra, persoalan stunting tidak bisa hanya dilihat sebagai masalah kesehatan semata, melainkan juga berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia, tingkat pendidikan, hingga produktivitas ekonomi di masa depan.
“Program MBG merupakan langkah strategis karena menyasar langsung kebutuhan dasar anak-anak, terutama asupan gizi harian mereka. Anak-anak yang terpenuhi gizinya akan tumbuh lebih sehat, lebih cerdas, dan memiliki daya tahan tubuh yang lebih baik,” ujarnya.
BACA JUGA: 2.334 Siswa SMP Ikuti TKA, Disdik : Tingkatkan Kemampuan Anak
BACA JUGA: Pemkab Batang Hari Siap Tingkatkan Efisiensi Pengairan Sawah
Ia menjelaskan, stunting umumnya terjadi akibat kekurangan gizi dalam jangka panjang, terutama pada masa 1.000 hari pertama kehidupan anak. Karena itu, kehadiran program yang memastikan anak-anak memperoleh makanan sehat dan bergizi secara rutin dinilai sangat penting.
“Kalau kebutuhan protein, vitamin, dan mineral anak terpenuhi sejak dini, maka risiko stunting bisa ditekan. Ini bukan hanya soal hari ini, tetapi soal masa depan bangsa,” katanya.
Sutan Adil Hendra menambahkan, program MBG juga membantu meringankan beban ekonomi keluarga, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Dengan adanya jaminan makanan bergizi di sekolah atau lembaga pendidikan, orang tua tidak lagi terlalu terbebani untuk menyediakan makanan tambahan bagi anak-anak mereka.
Menurutnya, dampak program tersebut tidak hanya dirasakan oleh anak-anak, tetapi juga memberi efek berantai terhadap ekonomi masyarakat. Sebab, kebutuhan bahan pangan untuk program MBG dapat melibatkan petani, peternak, nelayan, hingga pelaku UMKM lokal.
BACA JUGA:Suzuki Pamerkan New Carry MBG & Enam Kendaraan Tematik di GIICOMVEC 2026
BACA JUGA:Gahar di Jalur, Nyaman di Kota: Spesifikasi Lengkap Hyundai IONIQ 6 N Sang Juara Dunia
“Program ini menciptakan multiplier effect. Petani sayur, peternak ayam, peternak telur, hingga pelaku usaha kecil bisa ikut merasakan manfaat ekonomi dari kebutuhan pangan program MBG,” katanya.
Ia juga mendorong agar pelaksanaan MBG dilakukan secara tepat sasaran, transparan, dan melibatkan pemerintah daerah, sekolah, puskesmas, serta masyarakat.
Menurut Sutan, pengawasan terhadap kualitas makanan dan distribusi program harus menjadi perhatian agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh anak-anak yang membutuhkan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




