PB Djarum
b9

Bawa Misi Generasi Emas 2045, Ditlantas Polda Jambi Latih Pengemudi MBG: Satu Kesalahan Bisa Berdampak Besar!

Bawa Misi Generasi Emas 2045, Ditlantas Polda Jambi Latih Pengemudi MBG: Satu Kesalahan Bisa Berdampak Besar!

Pelatihan bagi pengemudi MBG oleh Ditlantas Polda Jambi.-ist/jambi-independent.co.id-

JAMBI, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID – Di balik program ambisius Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah untuk mencetak Generasi Emas Indonesia 2045, ada satu aspek penting yang kerap luput dari perhatian: keselamatan distribusi di jalan raya.

Karena itu, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jambi mengambil langkah konkret dengan menggelar Pelatihan Safety Driving bagi para pengemudi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Wilayah Jambi, Rabu 20 Mei 2026.

Kegiatan yang digelar di Ditlantas Polda Jambi tersebut menjadi bentuk dukungan nyata terhadap program nasional yang masuk dalam agenda strategis Asta Cita Presiden Republik Indonesia.

Pelatihan dibuka langsung oleh Dirlantas Polda Jambi Kombes Pol Adi Benny Cahyono dan diikuti 50 pengemudi SPPG MBG.

BACA JUGA:Kapolda Jambi dan Pangdam XX/TIB Bertemu, Sinyal Kuat Sinergi TNI-Polri untuk Jaga Stabilitas Daerah

Turut hadir perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN) Korwil Jambi, jajaran pejabat utama Ditlantas Polda Jambi, serta tim instruktur keselamatan berkendara.

Dalam sambutannya, Kombes Pol Adi Benny menegaskan bahwa tugas para pengemudi MBG jauh lebih besar daripada sekadar mengantar makanan.

Menurutnya, para pengemudi juga membawa tanggung jawab negara untuk memastikan distribusi gizi kepada anak-anak Indonesia berjalan aman dan tepat waktu.

"Program MBG ini menyangkut masa depan anak-anak bangsa. Karena itu, keselamatan distribusi di jalan raya harus menjadi prioritas bersama. Pengemudi SPPG bukan hanya membawa logistik makanan bergizi, tetapi juga membawa amanah negara untuk generasi Indonesia yang sehat dan cerdas," ujarnya.

BACA JUGA:Kapolda Jambi: Wartawan Jangan Sekadar Cepat, Harus Pegang 3 Nilai Ini

Pernyataan itu sekaligus menjadi penegasan bahwa aspek keselamatan memiliki peran vital dalam keberhasilan program nasional tersebut.

Dirlantas menilai kendaraan operasional MBG yang aktif di ruang publik harus menjadi contoh kedisiplinan dan profesionalisme berlalu lintas.

"Setiap pengemudi SPPG harus menjadi duta keselamatan berlalu lintas. Satu kelalaian di jalan dapat berdampak pada keberlangsungan distribusi gizi kepada anak-anak. Karena itu, pelatihan ini penting untuk membangun budaya berkendara yang aman, tertib, dan humanis," tegasnya.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi yang langsung diterapkan di lapangan. Di antaranya teknik pemeriksaan kendaraan secara mandiri atau ramp check, dasar defensive driving, teknik manuver aman, hingga tata cara parkir yang benar saat proses distribusi logistik.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait