Password Lemah Jadi Celah Penipuan Digital, 135 Ribu Kasus Dilaporkan ke OJK
Banyak kasus penipuan digital bermula dari penggunaan password yang lemah-ilustrasi/jambi-independent.co.id-akmal
JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID – Kejahatan siber terus menjadi ancaman serius bagi masyarakat di era digital. Salah satu penyebab utama maraknya penipuan digital adalah penggunaan kata sandi atau password yang lemah dan mudah ditebak.
Banyak kasus penipuan digital berawal dari kelalaian pengguna dalam menjaga keamanan akun, terutama dengan menggunakan password sederhana.
Kondisi ini membuka peluang bagi pelaku kejahatan siber untuk membobol akun dan melakukan berbagai aksi penipuan.
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sepanjang tahun 2025, tercatat lebih dari 135.000 laporan penipuan digital yang masuk dari masyarakat.
BACA JUGA:Waspada Penipuan Digital Jelang THR Cair, Ini Dua Modus yang Harus Diketahui
Modus penipuan yang dilaporkan beragam, mulai dari tautan palsu (phishing), penipuan yang mengaku berasal dari institusi resmi, pengiriman file aplikasi berformat APK berbahaya, hingga penipuan berkedok hadiah.
Akibat berbagai modus tersebut, total kerugian masyarakat diperkirakan mencapai Rp8,2 triliun.
Selain itu, laporan State of Scams in Indonesia 2025 juga menunjukkan bahwa 2 dari 3 orang dewasa di Indonesia atau sekitar 66 persen pernah mengalami penipuan dalam satu tahun terakhir.
Angka tersebut setara dengan rata-rata 55 paparan penipuan per orang setiap tahun.
Data tersebut menunjukkan masih banyak masyarakat yang menjadi korban akibat lemahnya perlindungan akun digital.
BACA JUGA:SKK Migas PetroChina Lakukan Serah Terima Gedung Koramil Betara dan 2 Unit Asrama Kodim 0419/ Tanjab
Di tengah perkembangan teknologi dan meningkatnya aktivitas digital masyarakat, keamanan akun menjadi hal yang sangat penting.
Salah satu langkah paling dasar yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan password yang kuat dan aman.
Password yang kuat sebaiknya terdiri dari kombinasi huruf besar, huruf kecil, angka, dan simbol, serta tidak menggunakan informasi pribadi seperti tanggal lahir, nama, atau data lain yang mudah ditebak.
Selain itu, masyarakat juga disarankan untuk secara berkala mengganti password akun digital, termasuk akun media sosial, perbankan, maupun akun e-commerce.
Berikut beberapa tips membuat password yang lebih kuat dan aman:
1. Gunakan teknik mnemonic atau frasa unik
Teknik ini menggunakan kalimat atau frasa pribadi yang mudah diingat oleh pengguna, tetapi sulit ditebak oleh orang lain.
2. Buat password yang panjang dan kompleks
Semakin panjang password, maka semakin sulit untuk diretas. Kombinasikan huruf besar, huruf kecil, angka, dan simbol.
3. Hindari informasi pribadi
Jangan menggunakan tanggal lahir, nama keluarga, atau informasi pribadi lainnya yang mudah ditemukan di media sosial.
4. Hindari password umum
Password seperti 123456, password, admin, atau kata-kata umum lainnya sangat rentan diretas dan sebaiknya tidak digunakan.
5. Modifikasi huruf dengan angka atau simbol
Contohnya mengganti huruf dengan angka seperti a menjadi 4, e menjadi 3, atau i menjadi 1 untuk meningkatkan keamanan password.
6. Gunakan password berbeda untuk setiap akun
Menggunakan password yang sama di berbagai akun sangat berisiko. Jika satu akun berhasil diretas, akun lain juga berpotensi ikut terbobol.
Selain meningkatkan keamanan password, masyarakat juga diimbau untuk selalu waspada terhadap berbagai modus penipuan digital yang terus berkembang.
Upaya pencegahan tidak hanya menjadi tanggung jawab individu, tetapi juga membutuhkan peran aktif dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, lembaga keuangan, serta pelaku industri digital.
Edukasi yang berkelanjutan dinilai menjadi kunci penting agar masyarakat semakin memahami berbagai risiko kejahatan siber dan mampu melindungi data serta akun digital mereka.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



