Harus 3 Kali Vaksin

Harus 3 Kali Vaksin

JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID, KOTA JAMBI, JAMBI - Beberapa waktu lalu, Arab Saudi mengeluarkan kebijakan untuk masuk ke sana. Salah satunya harus divaksin. Arab Saudi hanya menggunakan empat jenis vaksin, kecuali sinovac. Tentu ini juga berlaku bagi umat muslim yang hendak melakukan ibadah haji dan umrah.

Sehingga untuk para jemaah haji yang akan berangkat ke Mekkah tidak diperkenankan. Terkait hal itu, Kanwil Kemenag Provinsi Jambi mencoba untuk mengklarifikasi hal tersebut.

“Saudi Arabia tidak pernah mengeluarkan statemen kalau mereka tidak mengakui vaksin sinovac, yang ada mereka hanya mengumumkan vaksin yang mereka pergunakan di sana cuma empat jenis dan tidak termasuk sinovac,” kata Muhamad Plh Kabid Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Provinsi Jambi, Rabu (20/10).

Dia menyebutkan, dari perkembangan terakhir, Arab Saudi sudah tidak mempermasalahkan hal itu lagi. Mereka hanya meminta kepada jemaah dari luar untuk melakukan vaksin ke tiga atau booster, menggunakan salah satu vaksin dari empat macam yang mereka gunakan.

“Kalau sekarang sudah tidak mempermasalahkan lagi soal vaksin, asal sudah vaksin lagi untuk ke tiga kali,” tambahnya. Namun, untuk keberangkatan haji sendiri, Muhammad belum mengetahui secara pasti apakah tahun depan sudah diperbolehkan atau belum, pasalnya sampai saat ini pihaknya belum menerima informasi pasti terkait pelaksanaan ibadah haji.

“Biasanya nanti ketika mendekati musim operasional haji baru akan diumumkan oleh Arab Saudi,” sebutnya. Sementara, sebelumnya Zulkapi, Kasi Umrah dan Haji, Kanwil Kemenag Provinsi Jambi mengatakan pihaknya telah menerima surat dari kementerian terkait persiapan untuk melaksanakan ibadah umrah dan haji. “Kabar terbarunya dari Dirjen, para PPIU diminta untuk melakukan persiapan dan pendataan bagi jamaah umrah yang tertunda keberangkatannya hingga saat ini,” kata dia.

Dalam surat itu, para jamaah harus sudah melengkapi syarat utama, yakni sudah mendapatkan vaksinasi Covid-19. “Vaksinasi bukan hanya vaksin dosis pertama, melainkan sudah lengkap, dosis pertama dan kedua,”  tambahnya.

Dia menegaskan, surat tersebut hanya untuk mempersiapkan saja, namun tidak untuk kepastian dalam keberangkatan jemaah haji. “Kalau untuk teknis keberangkatan, kami masih belum mendapatkannya. Kami saat ini masih menunggu itu dari pusat,” ungkapnya. (slt/rib)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: