Miris, Ini Kondisi Pilot Susi Air yang Disandera KKB, Terancam Dieksekusi 2 Bulan Lagi, Tubuh Makin Kurus

Miris, Ini Kondisi Pilot Susi Air yang Disandera KKB, Terancam Dieksekusi 2 Bulan Lagi, Tubuh Makin Kurus

Kondisi pilot Susi Air yang semakin kurus -Foto : ilustrasi-Net

JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Begini nasib Pilot Susi air yang Disandera KKB. Disebut terancam akan dieksekusi 2 bulan lagi. Tubuh pun semakin kurus.

Sungguh miris kondisi pilot Susi Air yang sudah sejak beberapa bulan lalu disandera oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kagoya.

Nasib Pilot Susi Air asal Selandia Baru, Philips Marthen terancam bakal dieksekusi oleh KKB. 

Hal ini terlihat dari video yang beredar yang dibagikan oleh KKB. Terlihat kondisi Philips mulai sedikit kurus karena telah disandera sejak 4 Februari lalu.

BACA JUGA:Ketua KPK Firli Bahuri Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pemerasan Syahrul Yasin Limpo

BACA JUGA:Kadisbudpar Provinsi Jambi Apresiasi SKK Migas PetroChina Kembangkan Ekowisata Tanjab Barat

Dalam video itu juga terlihat Philips tengah duduk dan dikelilingi oleh anggota KKB OPM dengan senjata lengkap.

Dengan menggunakan kaos dan celana pendek, serta sebuah topi yang menutupi kepalanya, Philips hanya bisa diam tanpa berbuat banyak.

Kabar tersebut terungkap dalam video singkat yang posting di media sosial, terungkap kabar terbaru pilot Susi Air, di mana Egianus Kagoya mengatakan bahwa dirinya hanya memberi waktu 2 bulan agar memenuhi tuntutannya.

Egianus mengancam jika tuntutannya tidak dipenuhi maka dirinya akan mengeksekusi Philips.

BACA JUGA:Hp Infinix Note 30 Pro, Chipset Mediatek Helio G99 Harga Dibawah Rp 3 Juta

BACA JUGA:Kadisbudpar Provinsi Jambi Apresiasi SKK Migas PetroChina Kembangkan Ekowisata Tanjab Barat

“Saya hanya kasih waktu dua bulan, kalau tentara Indonesia tidak mengakui kemerdekaan kami, maka saya akan kasih tembak,” ancam Egianus sambil menodongnya senapannya ke kepala Philips.

Namun begitu, ancaman ini bukanlah kali pertama dinyatakan oleh Egianus, karena sebelumnya ia juga pernah mengeluarkan ancaman akan mengeksekusi Philips pada 1 Juli 2023 lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: