Banjir di Kota Jambi, Dinas PUPR Akui Sulit Melebarkan Sungai dan Drainase, Ini Penyebabnya

Banjir di Kota Jambi, Dinas PUPR Akui Sulit Melebarkan Sungai dan Drainase, Ini Penyebabnya

Banjir yang melanda perumahan warga di Kota Jambi, beberapa waktu lalu.-dok/jambi-independent.co.id-

KOTA JAMBI, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Banjir hingga kini masih kerap menghantui KOTA JAMBI. Solusi untuk menyelesaikan masalah ini pun, menjadi pekerjaan serius bagi Pemkot Jambi.

Saat ini, jika hujan lebat turun dengan intensitas cukup lama, beberapa titik di Kota Jambi pun langsung kebanjiran. Bahkan memang ada titik yang jadi langganan banjir.

Banjir yang terjadi di Kota Jambi ini, memang tak melulu disebabkan oleh faktor cuaca atau hujan deras saja. Kondisi drainase di Kota Jambi, juga ikut berperan dalam banjir ini.

Di lapangan, memang beberapa kali ditemukan kondisi drainase yang belum baik. Mulai dari yang terlalu kecil, hingga membuat drainase itu tak mampu menampung debit air yang lewat.

BACA JUGA:5 Zodiak Perempuan yang Baik Hati dan Mudah Kasihan dengan Orang Lain

BACA JUGA:5 Shio yang Paling Cermat dan Teliti, Selalu Berpikir Matang saat Membuat Keputusan Penting

Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Jambi, Yunius, juga termasuk salah satu OPD yang konsen terhadap masalah penanganan drainase ini.

Menurut dia, mereka juga cukup kesulitan dalam mengatasi banjir ini. Kata Yunius, sebenarnya ada cara yaitu dengan melebarkan aliran sungai atau drainase.

Namun kendalanya kata dia adalah, warga masih enggan menyerahkan sebagian lahannya untuk pemerintah.

“Waktu saya masih di Bidang Sumber Daya Air (SDA), ada warga enggan memberikan atau membebaskan lahannya. Ini salah satu kesulitan kita,” kata dia.

BACA JUGA:Warga Lebak Bandung Tewas di Tangan Pedagang Pasar Talang Banjar, Gegara Bawang

BACA JUGA:Walah! PETI Masih Ada, Seorang Pekerja Meregang Nyawa di Merangin, Pemilik dan Pemodal Belum Diamankan

Pria yang pernah menjadi Kabid SDA Dinas PUPR Kota Jambi ini menyebutkan, salah satu titik banjir terparah adalah di kawasan aliran Sungai Asam, Kecamatan Kotabaru.

Banjir kali ini cukup parah dibandingkan tahun sebelumnya. Ini lantaran hujan yang turun cukup deras dengan waktu yang lama.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: