Puluhan Hektare Lahan Sawah Warga di Kelurahan Teluk Dawan Kabupaten Tanjab Timur, Terdampak Kerusakan Irigasi

Puluhan Hektare Lahan Sawah Warga di Kelurahan Teluk Dawan Kabupaten Tanjab Timur, Terdampak Kerusakan Irigasi

Ilustrasi sawah. Akibat irigasi rusak, sawah di Kecamatan Muarasabak Barat, tak bisa dikelola dengan baik.-ist-pixabay/jambi-independent.co.id-

 

MUARASABAK, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID – Warga di Kelurahan Teluk Dawan, Kecamatan Muarasabak Barat, Kabupaten Tanjab Timur kini resah.

Pasalnya, akibat saluran irigasi sawah yang tidak berfungsi secara efektif, membuat puluhan hektar lahan persawahan di sana tidak bisa dipergunakan untuk ditanami bibit padi.

Sebab, sebagian sawah warga yang terdampak saluran irigasi tersebut seringkali terendam oleh air dalam kurun waktu beberapa tahun belakangan.

Di wilayah itu sendiri, terdapat sekitar 105 hektare lahan persawahan warga yang dikelola oleh dua kelompok tani. Kelompok tani di sana yakni kelompok tani Usaha Mandiri dan kelompok tani Suka Jaya.

BACA JUGA:BREAKING NEWS : Gunung Kerinci Erupsi Lagi, Semburkan Abu Setinggi 900 Meter

BACA JUGA:Update Harga BBM di Jambi Hari Ini : Cek Harga Terbaru, Ada Alami Penurunan

Sumirat selaku ketua kelompok tani Usaha Mandiri saat diwawancarai mengatakan, sedikitnya ada 20 hektare sawah warga tidak ditanami padi akibat adanya permasalahan di saluran irigasi.

"Lahan dengan luasan puluhan hektar tidak ditanami padi, karena banjir. Air yang masuk ke area  lahan itu tidak bisa mengalir keluar dan menggenang, akibat adanya aliran air yang tersumbat di Kelurahan sebelah, yakni Kelurahan ParitCulum I," ucapnya.

Dibutuhkan normalisasi aliran sungai sepanjang 1,5 kilometer yang mengalir ke sungai Telukdawan, agar aliran air bisa lancar kembali.

Ketua kelompok tani tersebut juga menjelaskan, 20 hektar lahan yang tidak ditanami padi ini sempat dipergunakan oleh masyarakat yang tergabung dalam kelompok tani Usaha Mandiri pada bulan November 2022 untuk mereka tanami bibit padi, dengan sistem penanaman Tabela.

BACA JUGA:4 Shio Paling Beruntung Tahun 2023, Pendidikan dan Karir Cemerlang, Salah Satunya Shio Naga

BACA JUGA:Shio Ular Full Senyum Tahun 2023: Banyak Impian Terwujud, Rezeki Lancar, Karir Sukses

"Tapi, saat umur padi baru berusia sekitar satu minggu, benih padi di lokasi lahan persawahan itu kembali terendam air yang menggenang tidak bisa mengalir dan tanaman padinya juga diserang oleh hama keong mas, lalu mati di makan hama tersebut," jelasnya.

Para petani berharap, agar pemerintah membersihkan saluran irigasi sawah warga di wilayah tersebut. Sebab, sungai alam yang ada di daerah kelurahan tersebut yang mengarah ke arah sawah sudah puluhan tahun tidak pernah dibersihkan. 

Menanggapi hal itu, Kabid Sarpras Dinas Pertanian Kabupaten Tanjab Timur, Erdison, menerangkan, pihaknya sudah melakukan upaya-upaya  memperbaiki lahan pertanian warga. Terkhusus di kelompok tani Usaha Mandiri dan kelompok tani Suka Jaya.

"Sebenarnya ada tiga kelompok tani yang dulu diketuai oleh pak Supri, yang berdekatan langsung dengan Zabaq Nasional Sirkuit. Tapi tidak digarap, karena Kendala irigasi yang menyebabkan genangan air di sawah sama dengan kelompok tani Usaha Mandiri," terangnya.

BACA JUGA:Dapat Saldo DANA Gratis Rp150 Ribu per Hari, Cuma Pakai Aplikasi Ini

BACA JUGA:Wah...Ternyata Bisa Ikut Program Pemerintah dan Dapat Saldo DANA hingga Rp 2,5 Juta, Begini Caranya

Dirinya menambahkan, upaya awal yang diberikan yaitu melalui swadaya terlebih dahulu. Caranya, dengan menggunakan alat berat excavator milik kecamatan Muarasabak Barat.

Awalnya berjalan dengan lancar, hingga pada akhirnya ada benturan sedikit antara masyarakat, yang membuat semua upaya tersebut menjadi terhambat.

"Karena ada melalui lahan perkebunan warga lain, sehingga waktu itu mengalami kendala untuk meneruskan saluran air sawah warga," ungkapnya.

Dengan kejadian tersebut, akhirnya membuat pekerjaan itu terpaksa diberhentikan dan Dinas Pertanian menganggarkan kembali di APBD perubahan tahun 2022, dengan total Rp 60 juta untuk perbaikan saluran atau anak sungai, dengan panjang sekitar 500-600 meter.

BACA JUGA:KPK Jadikan Rahima, Istri Mantan Gubernur Jambi, Tersangka Kasus Suap Ketok Palu RAPBD Jambi

BACA JUGA:Kecelakaan di Tanjab Barat, 3 Orang Dilarikan ke Rumah Sakit, Ini Penjelasan KKKS PetroChina

"Itupun belum maksimal, seharusnya antara 2 kilometer atau 2.5 kilometer. Kedepan juga untuk kegiatan selanjutnya tidak ada anggaran itu karena domainnya di pengairan PUPR dan kita akan koordinasi ke PUPR," pungkasnya. *

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: