Kasus Pengeroyokan Siswi SMPN 23 Kerinci Berakhir Damai, Kapolsek Kayu Aro : Kami Tetap Pantau

Kasus Pengeroyokan Siswi SMPN 23 Kerinci Berakhir Damai, Kapolsek Kayu Aro : Kami Tetap Pantau

Pelaku dan korban pengeroyokan siswi SMPN 23 Kerinci berdamai-Foto : ilustrasi-

KERINCI, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Korban dan pelaku pengeroyokan siswi SMPN 23 Kerinci berakhir damai. Kedua belah pihak sudah melakukan pertemuan yang difasilitasi oleh Kepala Sekolah SMPN 23 Kerinci.

Dari hasil pertemuan tersebut, baik korban maupun pelaku memutuskan untuk berdamai. Korbanpun memutuskan untuk tidak melanjutkan kasus ini ke pihak kepolisian.

Hal ini disampaikan Plt Kapolsek Kayu Aro IPTU Sugiarto yang mengatakan bahwa pihaknya telah memanggil korban dan keluarga ke Polsek terkait beredarnya video pengeroyokan tersebut.

 

"Kami sudah memanggil korban dan orang tuanya. Kami jelaskan perihal terhadap video yang beredar. Jika mereka merasa tidak senang dengan kejadian tersebut, pihak Polsek telah menjelaskan agar mereka melapor ke Polres Kerinci karena di Polsek tidak ada bidang PPA nya atau bidang ITE nya, yang ada di Polres,"katanya.

BACA JUGA:Rekomendasi Tempat Makan di Kota Jambi, Murah, Meriah, Enak

BACA JUGA:Selama Nataru, Angkutan Batu Bara di Jambi Bakal Dilarang Beroperasi, Ini Kata Dishub

 

Namun, kata Kapolsek, pihak korban dan pelaku di fasilitasi oleh kepala Sekolah SMP 23 Kerinci melakukan mediasi dan korban dan pelaku sepakat berdamai.

 

"Hasil musyawarah memutuskan bahwa pihak korban dan pelaku sepakat damai dan pelaku tidak akan mengulangi perbuatannya lagi.  Korban juga tidak akan membawa kasus ini ke ranah hukum," bebernya.

 

Untuk biaya pengobatan korban ditanggung oleh para pelaku. Lalu setelah ujian, korban akan pindah sekolah. Seluruh biaya pindah juga ditanggung keluarga pelaku. 

 

"Korban akan pindah sekolah setelah ujian. Ujian akan berlangsung mulai hari Senin, dan biaya untuk pindah korban juga ditanggung keluarga pelaku,"jelasnya.

BACA JUGA:Viral Video Siswi SMP Kerinci di Bully Temannya, Dikeroyok hingga Dibenamkan ke Kolam

BACA JUGA:Ini Kronologis Pengeroyokan Siswi SMP 23 Kerinci, Pelaku Ada 16 Orang

 

Selanjutnya akan dilakukan kenduri atau doa bersama untuk melepaskan permasalahan ini.  Kenduri atau doa bersama ini  biayanya juga ditanggung oleh para pelaku. 

 

Namun menurutnya meskipun berdamai, pihaknya akan tetap melakukan pemantauan terhadap kasus ini.

 

"Meski sudah ada perdamaian namun anggota Polsek akan tetap memantau perkembangannya. Ini untuk mengantisipasi kejadian tidak diinginkan. 

Saya sudah perintahkan ke anggota untuk tetap memantau pasca  perdamaian,"katanya. *

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: