BKKBN Provinsi Jambi Promosi KIE Penurunan Angka Stunti

BKKBN Provinsi Jambi Promosi KIE Penurunan Angka Stunti

BKKBN Provinsi Jambi Promosi KIE Penurunan Angka Stunti--

MUARATEBO, JAMBI-INDEPENDNET.CO.ID - Untuk melakukan promosi KIE penurunan angka stunting, BKKBN bersama mitra komisi IX DPR RI, Hj Saniatul Lativa, SE, MM, terus ajak masyarakat melakukan hidup sehat.

Selain itu juga mengajak masyarakat  untuk mengenal apa itu stunting dan cara pencegahannya, Kegiatan  ini dilaksanakan Selasa 18 Oktober 2022, di Desa Sepakat  bersatu kecamatan Tebo Ilir, kabupaten Tebo.

Acara ini dihadiri, Sekban Yudi Hendra Musrizal, S IP, MA, anggota komisi IX DPR-RI, Hj, Saniatul Lativa, kades.

Dalam sambutannya, Sekban BKKBN provinsi Jambi, Yudi Hendra Musrizal S IP, MA, menyampaikan, melalui promosi KIE penurunan angka stunting, untuk mengajak masyarakat mengenal gejala stunting yang terjadi pada anak, dan bagaimana cara pencegahan stunting pada anak.
 
"Program promosi KIE penurunan angka stunting ini  merupakan program dan upaya pemerintah dalam melakukan penurunan angka stunting dimasyarakat,dan
ini bertujuan untuk menuju generasi emas 2024," kata dia.

Dengan adanya kampanye promosi KIE penurunan angka stunting yang dilakukan saat ini, merupakan bukti keseriusan Pemerintah daerah dan pusat dalam menangani masalah stunting, sampai ketingkat paling bawah.

Semetara itu anggota komisi IX DPR-RI, Hj Saniatul Lativa SE, MM, saat ini pihaknya sedang gencar melakukan edukasi terhadap masyarakat tentang Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) tentang Program Percepatan Penurunan Stunting.

“Yang mana KIE ini sendiri merupakan salah satu program pelayanan luar balai yang berorentasi pada kampanye, kegiatan ini juga melibatkan semua unsur yaitu pemerintah pusat, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat setempat,serta masyarakat setempat,” bebernya.

Kegiatan yang dilaksanakan antara komisi IX DPR – RI bersama BKKBN  ini merupakan  untuk penyebar luasan informasi tentang KIE program percepatan penurunan angka stunting di masyarakat.

“Dengan adanya kegiatan yang langsung berdiskusi   kepada masyarakat tentang pangan aman, bermutu dan bermanfaat, selain itu juga untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan kemampuan masyarakat terhadap penurunan angka stunting,” ungkap Saniatul. *

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: