Jangan Sering Overthinking Guys, Biar Gak Stres atau Depresi

Jangan Sering Overthinking Guys, Biar Gak Stres atau Depresi

Ilustrasi seorang gadis sedang tertekan karena overthinking-RyanMcGuire/pixabay-pixabay.com

JAMBI-INDEPENDENT.CO.IDOverthinking kini menjadi salah satu hal yang sering dialami oleh siapa pun.

Overthinking tentu saja banyak penyebabnya. Jika keseringan, Overthinking dapat mengganggu mental seseorang.

Yang lebih parah, terlalu sering Overthinking bahkan bisa menyebabkan stres hingga depresi.

Sebagaimana diketahui, terlalu banyak berpikir memang tak baik dan bisa berdampak bagi kehidupan seseorang.

BACA JUGA: Kapolda Jambi Tinjau Langsung Lokasi Bentrok Antar Supporter Turnamen Sepakbola di Tebo 

BACA JUGA:Sudah Terbitkan 3.994 Paspor, Ini Penjelasan Kepala Kantor Imigrasi Kerinci

Psikolog Indah Sundari Jayanti mengatakan overthinking bisa mengganggu hidup seseorang.

Menurut Indah, orang-orang kerap memikirkan hal yang sebenarnya tidak perlu dipikirkan saat ini, sehingga menyebabkan mereka overthinking.

Dampaknya banyak, bahkan bisa berpengaruh ke produktivitas hingga rasa berharga akan diri sendiri.

“Kalau terus dipelihara, nanti mengarah ke stres sampai depresi," katanya, dilansir dari Genpi.co

BACA JUGA:Bajak Laut Beraksi di Perairan Tanjab Timur, 5 Orang Nelayan Tradisional Menjadi Korban

BACA JUGA:Bajak Laut Beraksi di Perairan Tanjab Timur, Begini Respon Polairud Polres Tanjab Timur


“Kondisi mental juga terkait dengan kesehatan fisik. Stres tak hanya soal psikis, tetapi juga fisik,” paparnya.

Lebih lanjut, Indah memaparkan cara untuk tidak overthinking dengan selalu memahami kondisi diri sendiri.

Jika kamu masih punya tenaga cukup dan suasana hati positif, cobalah menghadapi hal-hal yang dianggap prioritas.

Namun, kalau hal itu bukan prioritas dan kamu sudah enggak mood, istirahatlah sejenak.

BACA JUGA:Oknum Brimob Bentak Wartawan saat Sidang Etik Ferdy Sambo, Mabes Polri Sampaikan Permohonan Maaf 

BACA JUGA:Brimob Bentak Wartawan saat Sidang Etik Ferdy Sambo, Komentar Jenderal Bintang 3 Ini Menohok!

“Kalau terlalu memaksakan diri, kamu bisa stres,” paparnya.  

Stress Picu Penyakit Jantung

Stress bisa memicu penyakit jantung. Namun sebelum membahas ke situ, kita fokus dulu tentang stress itu sendiri.

Stress adalah cara tubuh manusia bereaksi terhadap ancaman atau ketika dalam tekanan. Stress adalah hal yang umum terjadi.

Terkadang, stress bisa membantu orang jadi lebih termotivasi dalam keseharian, membantu orang untuk bekerja, memenuhi tuntutan hidup, selain kebutuhan keluarga.

BACA JUGA:Dipecat Tidak Hormat, Ferdy Sambo Ajukan Banding 

BACA JUGA:Turnament Sepak Bola di Tebo Ricuh, Supporter Adu Jotos Hingga Meninggal Dunia

Stress yang seperti inilah yang menurut NHS, sebagai stress positif, dikenal dengan nama eustress.

Namun tidak semua stress bisa berakibat baik, ketika stress berlangsung dalam waktu yang lama, efeknya selain juga secara emosional dan mental, adalah penyebab stress bisa memicu penyakit jantung.

Mengapa Stress Bisa Memicu Penyakit Jantung?

Dalam sebuah studi, para peneliti mampu menemukan link antara stress kronis dengan penyakit jantung, hal itu dengan aktivitas di area otak yang disebut amigdala.

Fungsi dari Amigdala adalah memproses rasa seperti ketakutan, selain juga berperan memulai respon tubuh terhadap stress.

BACA JUGA:Persija Jakarta Sumbang Pemain Terbanyak, Ketum PSSI Mochamad Iriawan Yakin Lolos ke Final Piala AFC U-20

BACA JUGA:Polisi Jaga Ketat Lokasi Bentrok Turnamen Sepak Bola di Tebo

Dalam studi yang melibatkan 13 orang, di mana data analisa psikologi digunakan untuk melakukan pemindaian pada kerja otak, ditemukan beberapa fakta menarik.

Bahwa pada tingkat tinggi atau stress kronis, dapat meningkatkan risiko darah tinggi dan diabetes pada seseorang.

Dua kondisi ini, sangat akrab dengan penyakit jantung pada manusia, menjawab mengapa stress bisa memicu penyakit jantung.

Penyebab Stress

Adapun penyebab stress menurut NHS adalah seperti:

• Mereka yang dasarnya sudah punya penyakit kronis dan memikirkan soal kesehatan mereka
• Punya masalah keuangan
• Punya masalah keluarga atau hubungan
• Punya tanggungjawab merawat anggota keluarga
• Tertekan di lingkungan pekerjaan
• Atau mereka yang juga berhadapan dengan masalah diskriminasi

BACA JUGA:Bulan Depan Apple akan Meluncurkan iPhone 14 Series, Catat Tanggalnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: beberapa sumber