Memasuki Pertengahan 2022, Kasus DBD di Tanjab Barat Meningkat

Memasuki Pertengahan 2022, Kasus DBD di Tanjab Barat Meningkat

Dinkes Tanjab Barat Ermadayanti, Kasi Pengendalian Pemberantasan Penyakit Menular--

KUALATUNGKAL,JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Tingginya curah hujan beberapa waktu terakhir patut diwaspadai akan munculnya penyakit Demam Berdarah (DBD) yang mulai mengalami peningkatan, terutama di Kabupaten Tanjab Barat, khususnya kota Kualatungkal sebagai wilayah yang memiliki banyak genangan air.

Pemerintah Daerah melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tanjab Barat mengimbau masyarakat untuk wasapda penyakit yang disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti ini. Sebab dibanding tahun lalu kasus DPD ditahun ini mengalami peningkatan.

Hal itu disampaikan oleh, Ermadayanti, Kasi Pengendalian Pemberantasan Penyakit Menular, Dinkes Tanjab Barat, bahwa antisipasi penyakit DBD merupakan fokus dinas kesehatan. Menurutnya dimusim penghujan saat ini menjadi sasaran berkembangbiaknya jentik nyamuk aedes aegypti.

"Dari Januari 2022 hingga Juli ini sudah tercatat 30 kasus atau suspek, mulai dari januari 4 kasus, februari 10 kasus, maret menurun 1 kasus, april 4 kasus, dibulan mei 2 dan juni 2, untuk bulan juli ini sudah terdapat 7 kasus kemungkinan akan meningkat lagi," kata Erma.

BACA JUGA:Limbah Pemusnahan Sabu 4,1 Kilogram Dibuang di IPAL RS Bhayangkara, Ini Alasannya

BACA JUGA:Proses Autopsi Jenazah Brigadir J Masih Berlangsung, Pintu Ruangan Autopsi Dijaga Ketat



Ia menyebut, kebanyakan kasus DBD ditemui di Kecamatan Tungkal Ilir, khususnya kota Kualatungkal. Dijelaskannya, jika dibanding tahun 2021 lalu di bulan yang sama kasus DBD cenderung menurun untuk itu ia meminta masyarakat menerapkan pola hidup sehat.

"Memang kebanyakan penderita DBD warga Kualatungkal, kita himbau untuk tetap menerapkan pola hidup bersih dan menjaga tempat penyimpanan air atau sering kita sebut 3M memantau, menguras dan mengubur. Apabila memang ada gejala yang dirasakan, segera melapor kepada puskesmas terdekat agar dapat ditindaklanjuti," pungkasnya. (Rul)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: