Penuhi Panggilan DPRD Merangin Soal RS Raudhah Tahan Jenazah Bayi, Direktur RS Raudhah: Miskomunikasi Sedikit

Penuhi Panggilan DPRD Merangin Soal RS Raudhah Tahan Jenazah Bayi, Direktur RS Raudhah: Miskomunikasi Sedikit

Direktur RS Raudhah, memberi penjelasan terkait RS Raudhah tahan jenazah bayi akibat kurang bayar, Selasa 5 Juli 2022.-Ali Amin - jambi-independent.co.id-

JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Direktur RS Raudhah Bangko, Amelia, memenuhi panggilan Komisi II DPRD Merangin terkait RS Raudhah tahan jenazah bayi, karena kurang bayar. Pertemuan dilakukan di ruang Komisi II, Selasa 5 Juli 2022.

Saat dibincangi usai pertemuan, Direktur RS Raudhah, Amelia, mengatakan bahwa persoalan yang terjadi beberapa waktu lalu itu hanya miskomunikasi. 

"Pada prinsipnya RS Raudhah tidak akan menelantarkan pasien. Ke depannya kita tetap akan utamakan pelayanan supaya maksimal," kata dia, usai pertemuan dengan Komisi II DPRD Merangin.

Terkait adanya anggota DPRD Merangin yang menjamin jelang esok pagi, agar jenazah bayi tak ditahan, menurut Amelia, bahwa aturan berlaku untuk semua pasien. 

BACA JUGA:RS Raudhah Tahan Jenazah Bayi karena Kurang Bayar, DPRD Merangin: Jangan Terulang, Ini Menyangkut Kemanusiaan

BACA JUGA:Ketua DPRD Provinsi Jambi Edi Purwanto Minta Dinkes Provinsi Jambi Berperan Dalam Penanganan Thalasemia

"Mungkin kemarin hanya miskomunikasi sedikit, saya juga berharap kedepan RS Raudhah lebih meningkatkan pelayanan," tambahnya. 

Hearing itu juga dihadiri anggota dewan Komisi II yakni, Taufiq, Darmadi Enggol, Mulyadi dan M Helmi. Selain itu juga dihadiri pihak manajemen RS Raudhah Bangko.

Untuk diketahui, awalnya, si bayi dibawa ke rumah sakit dengan menggunakan ambulan desa, pada Senin 20 Juni 2022 lalu sekitar pukul 17.30. 

Sesampainya di RS Raudhah Bangko, saat berobat pihak rumah sakit menjelaskan karena tidak mempunyai BPJS harus lewat jalur umum dengan biaya berkisar Rp 2,5 juta. 

BACA JUGA: Penyanyi Bob Tutupoly Tutup Usia, Dunia Musik Indonesia Berduka

BACA JUGA:Nikmati Manfaat Cryolipolysis Untuk Menghilangkan Lemak di Klinik Eunoia Jambi

Selama kurang lebih 6 jam mendapat perawatan di RS Raudhah. bayi berjenis kelamin laki-laki itu menghembuskan nafas terakhir.

Saat melihat rincian biaya, mereka ditagih Rp 4,3 juta. Sementara sang orang tua hanya punya uang Rp 2,5. Pihak rumah sakit pun meminta keluarga pasien untuk melunasinya terlebih dahulu sebelum pulang membawa jenazah tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: