Tiap Hari Makan Debu

Tiap Hari Makan Debu

JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID, JAMBI – Kondisi Jalan Raden Fatah, RT 05, Kelurahan Sijenjang, Kecamatan Jambi Timur, masih terlihat rusak parah sejak beberapa tahun belakangan ini. Meski ada upaya penimbunan menggunakan bebatuan, namun belum memberikan dampak yang signifikan.

Sontak saja, warga sekitar maupun pengendara mengelukan kondisi jalan  lintas Provinsi tersebut. Seperti biasa, jika panas berdebu dan jika hujan becek. Kemacetan pun tak terelakkan. Apalagi jalan tersebut berada di persimpangan.

“Kami minta segera diperbaiki lah, tiap hari makan debu. Belum lagi pas hujan,” cetus Ari, warga Kelurahan Sijenjang yang kerap melintas di sana.

Bahkan, diakui Lurah Sijenjang, Sagap Ali Solihin ketika ditanya mengenai hal ini, pada Juli lalu sempat ada gejolak di tengah masyarakat akan mobilisasi truk-truk perusahaan yang kerap melintasi di jalan tersebut.

“Karena ada beberapa dampak, pertama kerusakan jalan. Tapi perusaah sudah berkomitmen akan memperbaiki secara berkelanjutan dan dampak sosial lingkungan masyarakat sekitar. Ada beberapa pelaku usaha UMKM yang terpaksa berhenti aktivitasnya karena dampak debu yang luar biasa,” jelasnya, kemarin (4/8).

Maka dari itu, baru-baru ini Kelurahan Sijenjang memfasilitasi pertemuan warga dan sejumlah pihak perusahaan yang angkutannya kerap melewati jalan tersebut. Dari pertemuan itu, ada beberapa kesepakatan sepakati.

“Di antaranya proses penimbunan jalan, nanti akan melibatkan warga sekitar untuk memonitor penmbunan. Selain itu juga sudah ada surat keputasan, agar pihak terkait dalam hal ini perusahaan akan mengecor jalan itu sekitar 50 sampai 100 meter. Itu kesepakatannya,” jelas Sagap.

Kesepakatan lainnya, yakni mengenai dampak sosial ekonomi, di mana pihak perusahaan meminta data warga di RT 05 yang sangat terdampak atas mobilisasi angkutan perusahaan tersebut. “Awalnya memang ada pemimbunan. Tapi saya tidak tahu dari mana, karena tidak ada melapor. Belakangan diketahui itu dari pihak perusahaan. Merek ada jadwal menimbun, yakni hari Selasa dan Jumat,” tambahnya.

Adapun perusahaan yang dimaksud yakni PT EWF, PT Sungai Bahar Pasifik Utama dan satu perusahaan batu bara. “Sebenarnya banyak yang melintas jalan ini, tapi diwakilkan yang datang tiga perusahaan ini. Mereka beregerak di kelapa sawit dan batu bara,” tukasnya.

Sementara itu, anggota DPRD Kota Jambi, Joni Ismed mengaku sangat menyayangkan kondisi tersebut. Ia pun mendesak, agar jalan tersebut dapat segera diperbaiki pada Anggaran Belanja Tahunan (ABT) tahun ini.

“Kita harap PUPR Provinsi segera memperbaiki ini. Tapi ini harus dirigit beton, tidak bisa diaspal untuk ketahanan lamanya. Kita juga minta agar jalan itu dilebarkan kiri kanannya, mengingat aktivitas di situ cukup padat,” pintanya.

Terkait mobilisasi mobil perusahaan yang kerap melintas di jalan tersebut, Joni Ismed berharap, perusahaan dapat mengurangi jumlah mobilisasi. Meningat jalan provinsi yang ada di Kota Jambi itu, juga memiliki spesifikasi khusus untuk dilalui.

“Paling tidak dibatasi, dengan aktifnya Dishub Provinsi bekerja sama dengan Dishub Kota menertibkan kendaraan yang over kapasitas,” tandasnya. (zen)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: