b9

Ikan Lele vs Ikan Kembung, Mana yang Lebih Sehat untuk Menu Harian?

Ikan Lele vs Ikan Kembung, Mana yang Lebih Sehat untuk Menu Harian?

Perbandingan ikan lele dan ikan kembung dari sisi kandungan gizi, omega-3-ilustrasi/jambi-independent.co.id-akmal

JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Ikan lele dan ikan kembung sama-sama menjadi pilihan favorit di meja makan masyarakat Indonesia.

Selain harganya terjangkau, kedua jenis ikan ini juga mudah ditemukan dan diolah menjadi berbagai menu harian.

Namun di balik popularitasnya, lele dan kembung memiliki perbedaan penting dari sisi kandungan gizi hingga risiko paparan merkuri yang perlu diketahui.

 

Dari segi nutrisi, ikan lele merupakan sumber protein hewani yang cukup baik untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Meski demikian, kandungan asam lemak omega-3 pada lele tergolong rendah jika dibandingkan dengan ikan laut.

BACA JUGA:Geger di Muaro Jambi! Dapur MBG di Sengeti Resmi Distop, Sekda Ungkap Indikasi Kelalaian Pengelola

Selain itu, lele cenderung memiliki kadar lemak yang lebih tinggi, dengan komposisi lemak yang kurang ideal bila dikonsumsi terlalu sering dalam jangka panjang.

 

Berbeda dengan lele, ikan kembung justru dikenal sebagai salah satu ikan laut yang kaya omega-3. Nutrisi ini berperan penting dalam menjaga kesehatan jantung, membantu fungsi otak, serta menurunkan risiko peradangan.

Tak hanya itu, ikan kembung juga mengandung vitamin D dan vitamin B12 dalam jumlah lebih tinggi, sehingga nilai gizinya dinilai lebih lengkap dan seimbang untuk konsumsi rutin.

Perbedaan kandungan gizi tersebut tak lepas dari karakter hidup kedua ikan. Lele hidup di air tawar dan sering berada di dasar perairan.

BACA JUGA:Bupati Muaro Jambi Buka Seleksi Tenis Lapangan PA se-Provinsi Jambi 2026 di Sengeti

Dalam kondisi budidaya yang kurang terjaga, lele berpotensi terpapar polutan dari air maupun pakan. Oleh karena itu, kandungan zat pencemar termasuk merkuri pada ikan lele sangat bergantung pada sumber dan kualitas lingkungannya.

Lele yang dibudidayakan di kolam bersih relatif aman, namun lele dari perairan tercemar berisiko membawa zat berbahaya bagi kesehatan.

Sementara itu, ikan kembung merupakan ikan laut berukuran kecil dengan usia hidup yang relatif pendek dan berada di rantai makanan bawah.

 

Karakteristik ini membuat akumulasi merkuri dalam tubuhnya cenderung rendah dan lebih stabil. Inilah sebabnya ikan kembung kerap direkomendasikan sebagai pilihan ikan laut yang aman untuk dikonsumsi secara rutin, termasuk bagi anak-anak dan ibu hamil.

BACA JUGA:Jangan Terlewat, BRI Buka Rekrutmen BFLP Specialist 2026 Siapkan Talenta Muda Profesional Masa Depan

Perlu dipahami pula bahwa kandungan merkuri dalam ikan tidak dapat dihilangkan melalui proses memasak. Baik digoreng, direbus, maupun dibakar, zat tersebut tetap ada.

Karena itu, kunci utama menjaga keamanan konsumsi ikan bukan terletak pada cara pengolahan, melainkan pada pemilihan jenis ikan yang tepat.

 

 

Singkatnya, ikan lele tetap boleh dikonsumsi sebagai sumber protein yang murah dan mudah diakses, selama berasal dari budidaya yang bersih dan dikonsumsi secara bijak.

BACA JUGA:BREAKING NEWS: Diduga Keracunan MBG, Puluhan Siswa di Muaro Jambi Dilarikan ke Rumah Sakit

Namun, jika tujuan utamanya adalah memperoleh manfaat gizi optimal dengan risiko polutan yang lebih rendah, ikan kembung dinilai sebagai pilihan yang lebih aman dan menyehatkan untuk konsumsi jangka panjang.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: