Teh sebaiknya dibiarkan hangat sebelum diminum karena minuman yang sangat panas dapat memperburuk iritasi kerongkongan. Teh peppermint dan spearmint perlu dihindari karena mint dapat memicu refluks pada banyak orang.
5. Jus lidah buaya.
Jus lidah buaya (aloe vera) disebut dapat menenangkan dinding lambung dan mengurangi peradangan pada lambung dan kerongkongan. Bukti ilmiahnya terbatas. Penderita penyakit ginjal atau orang yang mengonsumsi obat resep perlu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum meminumnya.
6. Air kelapa.
BACA JUGA:7 Kebiasaan Sehat Untuk Bantu Jaga Kesehatan Organ Tubuh
Air kelapa murni tanpa gula tambahan mengandung elektrolit seperti kalium yang disebut membantu menjaga keseimbangan pH tubuh dan hidrasi. Sifatnya yang dianggap memiliki pH lebih tinggi dikaitkan dengan kemampuan membantu menetralkan asam. Air kelapa yang dipilih sebaiknya yang tidak mengandung tambahan gula.
7. Air jahe.
Jahe memiliki sifat antiperadangan yang dapat membantu mengurangi mual dan membantu makanan serta asam bergerak dari lambung ke usus, sehingga peluang isi lambung naik kembali menjadi lebih kecil. Penelitian terkait manfaat ini berkaitan dengan dispepsia fungsional, bukan refluks secara spesifik. Jahe dianjurkan dikonsumsi dalam jumlah wajar. Ginger ale kurang disarankan karena bersifat berkarbonasi dan umumnya mengandung sedikit jahe.
Selain tujuh minuman di atas, smoothie hijau dari sayuran seperti bayam, kale, dan mentimun, serta jus dari buah rendah asam seperti semangka, melon, pisang, dan pir, juga disebut sebagai pilihan. Jus wortel dan melon dianggap lebih rendah keasamannya dibanding jus buah asam. Data lain memasukkan apel pada daftar buah rendah asam, sedangkan data lain justru menyarankan menghindari jus apel karena keasamannya.
BACA JUGA:Benarkah Air Es Dapat Membuat Perut Buncit dan Tubuh Gendut?
Beberapa minuman yang sebaiknya dihindari atau dibatasi oleh penderita asam lambung adalah minuman beralkohol, minuman berkarbonasi, minuman berkafein seperti kopi dan teh, jus buah asam seperti jus jeruk, lemon, jeruk bali, nanas, dan tomat, serta susu sapi murni berlemak tinggi. Minuman olahraga seperti Gatorade juga disebut asam karena mengandung asam sitrat. Minuman yang suhunya sangat panas, sekitar 65 derajat Celsius atau lebih, dikategorikan sebagai risiko kanker yang mungkin, sehingga minuman panas sebaiknya didiamkan beberapa menit sebelum diminum.
Pada minuman berkarbonasi, tinjauan penelitian tahun 2021 menemukan adanya hubungan dengan GERD, dan lembaga kesehatan Amerika Serikat NIDDK menganjurkan untuk menghindarinya. Penelitian mengenai hal ini disebut belum konklusif.
Selain memilih minuman, pengelolaan GERD mencakup makan dalam porsi kecil namun lebih sering, mengunyah makanan perlahan, tidak langsung berbaring setelah makan, menjaga berat badan ideal, rutin berolahraga, mengelola stres, dan berhenti merokok.
BACA JUGA: Suzuki Garap Fronx Facelift 2027: Boyong Fitur ADAS Level 2 dan Dapur Pacu 3-Silinder Anyar
Minuman bukan pengganti pengobatan. Penderita GERD tetap perlu mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter. Pemeriksaan ke dokter diperlukan apabila gejala tidak membaik setelah mengubah pola makan dan minum, atau gejala menjadi lebih sering dan lebih berat. Gejala yang memerlukan pemeriksaan segera meliputi nyeri dada, sulit atau nyeri saat menelan, makanan terasa tersangkut di tenggorokan, muntah, penurunan berat badan tanpa sebab jelas, kehilangan nafsu makan, serta tinja berdarah atau hitam seperti aspal.
GERD yang tidak ditangani dapat menyebabkan peradangan, perdarahan, dan jaringan parut pada kerongkongan. Komplikasi yang mungkin terjadi mencakup esofagitis, penyempitan kerongkongan (striktur), dan Barrett's esophagus, serta perdarahan yang dapat cukup berat hingga menyebabkan anemia.