Bukan Sekadar Pintar: Mengapa Pendidikan Harus Kembali Berpijak pada Adab

Senin 12-10-2026,17:53 WIB
Reporter : Risza S Bassar
Editor : Risza S Bassar

BACA JUGA:itel VistaTab 12 Akhirnya Rilis di Indonesia, Tablet 10,1 Inci dengan Helio G85 dan Baterai 7.000mAh

Pendidikan yang baik tidak mempertentangkan ilmu dengan karakter atau teknologi dengan nilai. Anak tetap perlu menguasai matematika, sains, bahasa, dan keterampilan masa depan.

Pada saat yang sama, mereka perlu belajar mendengarkan, menghargai sesama, menyelesaikan konflik, dan berani mengakui kesalahan.

Pembentukan karakter memang membutuhkan waktu. Ia tumbuh melalui tindakan sederhana yang dilakukan berulang kali: mengucapkan terima kasih, meminta maaf, menyelesaikan tugas, membantu teman, dan menjaga lingkungan. Dari kebiasaan-kebiasaan inilah nilai perlahan menjadi bagian dari diri anak.

Pintar saja tidak cukup. Kita membutuhkan generasi yang cerdas sekaligus beradab, mampu berkompetisi sekaligus berkolaborasi, serta menguasai teknologi dengan penuh tanggung jawab.

BACA JUGA:Samsung Galaxy S27 Pro dan Ultra Dikabarkan Akhirnya Punya Fitur DC Dimming

Kurikulum boleh berubah dan teknologi akan terus berkembang. Namun, kejujuran, tanggung jawab, penghormatan terhadap sesama, dan kemampuan hidup bersama tidak boleh kehilangan tempat dalam pendidikan.

Ketika keluarga memberi teladan, sekolah menyediakan ruang belajar melalui pengalaman, dan masyarakat membangun lingkungan yang mendukung, pendidikan tidak hanya menghasilkan anak yang pintar. Kita sedang membentuk manusia yang utuh.

Sebab, makna sesungguhnya dari pendidikan bukan sekadar membuat anak tahu lebih banyak, melainkan membantu mereka menjadi manusia yang lebih baik.*

*Penulis: Yusriwiati Yose – Project Management Unit Tanoto Foundation

Kategori :