Amanah Besar Menanti Sembilan Komisioner KPI

Jumat 17-07-2026,09:42 WIB
Reporter : Risza S Bassar
Editor : Risza S Bassar

Pengalaman para petahana diharapkan mampu menjaga memori kelembagaan dan keberlanjutan berbagai agenda strategis, sementara kehadiran komisioner baru membawa energi, perspektif, dan inovasi dalam menghadapi perubahan.

Dari sisi representasi gender, komposisi lima laki-laki dan empat perempuan juga menunjukkan keseimbangan yang patut diapresiasi.

Keberagaman perspektif dalam lembaga kolektif-kolegial seperti KPI menjadi modal penting untuk melahirkan kebijakan yang lebih inklusif, bijaksana, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Namun pada akhirnya, masyarakat tidak akan menilai KPI dari siapa yang duduk sebagai komisioner. Publik akan menilai dari karya, kebijakan, dan dampak yang dihasilkan bagi penyiaran Indonesia.

BACA JUGA:Tiga Desa di Kerinci Belum Cairkan Dana Desa, Desa Semerah Terancam Gagal Salur Empat Tahun Berturut-turut

Selamat kepada sembilan Komisioner KPI periode 2026–2029 yang telah memperoleh amanah untuk memimpin lembaga ini.

Amanah tersebut bukan sekadar memimpin sebuah institusi negara, tetapi menjaga kualitas komunikasi antaranak bangsa, memperkuat lembaga penyiaran di tengah disrupsi media, serta memastikan penyiaran tetap menjadi perekat sosial dan penguat jati diri Indonesia.

Bangsa ini menunggu kepemimpinan yang mampu membangun kolaborasi, bukan sekadar menjalankan kewenangan.

Kepemimpinan yang mampu menghadirkan regulasi yang adaptif, memperkuat kelembagaan, menjaga hubungan yang konstruktif dengan lembaga penyiaran, serta merawat ruang publik agar tetap sehat, beradab, dan mempersatukan.

BACA JUGA:Lewat Digitalisasi dan Branding Produk, DJPb Jambi Harap UMKM Naik Kelas

Sebab pada akhirnya, menjaga penyiaran bukan hanya menjaga frekuensi dan isi siaran. Menjaga penyiaran berarti menjaga ruang komunikasi Indonesia. Dan menjaga ruang komunikasi Indonesia adalah bagian penting dari menjaga persatuan bangsa.*

Kategori :