JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Komisi I DPR RI telah menyelesaikan proses pemilihan anggota Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) periode 2026–2029.
Proses seleksi yang panjang akhirnya melahirkan sembilan komisioner baru yang akan mengemban amanah memimpin lembaga negara yang memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas penyiaran nasional.
Kepercayaan itu bukan sekadar penghargaan atas kapasitas pribadi, tetapi amanah besar untuk menjaga ruang publik Indonesia di tengah perubahan lanskap komunikasi yang berlangsung sangat cepat.
Kini perhatian publik tidak lagi tertuju pada siapa yang terpilih, melainkan pada bagaimana mereka menjawab berbagai pekerjaan besar yang telah menanti.
Penyiaran Indonesia sedang berada pada persimpangan penting. Perkembangan media sosial, kecerdasan artifisial, konvergensi media, serta perubahan perilaku masyarakat dalam mengonsumsi informasi telah mengubah wajah komunikasi nasional.
Informasi bergerak begitu cepat, tetapi tidak semuanya menghadirkan kebenaran. Hoaks, disinformasi, ujaran kebencian, dan berbagai konten provokatif dengan mudah menyebar, bahkan sering kali lebih cepat dibandingkan informasi yang telah melalui proses verifikasi.
Dalam situasi seperti itu, penyiaran nasional justru semakin menemukan relevansinya.
Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran menegaskan bahwa penyiaran berfungsi sebagai media informasi, pendidikan, hiburan yang sehat, kontrol sosial, dan perekat sosial.
Lebih dari itu, penyiaran bertujuan memperkukuh integrasi nasional, membina watak dan jati diri bangsa, serta mencerdaskan kehidupan bangsa.
Amanat tersebut tidak pernah kehilangan makna. Bahkan, di tengah derasnya arus informasi digital, fungsi penyiaran sebagai perekat sosial menjadi semakin penting.
Indonesia dibangun di atas keberagaman. Perbedaan suku, agama, budaya, bahasa, maupun pilihan politik merupakan kenyataan yang harus terus dirawat melalui komunikasi yang sehat.
Ketika ruang publik dipenuhi informasi yang menyesatkan dan memecah belah, lembaga penyiaran memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, dan mampu membangun optimisme kebangsaan.
BACA JUGA:Universitas Jambi Gelar Coaching Clinic P2MW 2026, Pacu Mahasiswa Menuju KMI Award