Demokrasi tidak akan pernah tumbuh sehat dari pemberitaan yang hanya mencari aman; ia membutuhkan jurnalisme yang berani mengusik kenyamanan kekuasaan demi membela kepentingan masyarakat luas.
Hal ini menjadi sangat strategis terutama bagi pers di daerah yang menjadi mata dan telinga publik dalam mengawasi penggunaan APBD serta kinerja birokrasi. Jika pers lokal melemah akibat tekanan ekonomi atau kooptasi politik, maka transparansi di daerah akan runtuh secara perlahan.
Pada akhirnya, perayaan HPN tahun ini tidak boleh berhenti pada seremoni profesi semata, melainkan harus menjadi panggilan kolektif untuk memperkuat kembali ekosistem pers yang sehat.
Ekosistem yang independen secara editorial, berkelanjutan secara bisnis, dan teguh berpihak pada kepentingan rakyat adalah fondasi utama bagi kemajuan bangsa.
BACA JUGA:Honda City Hatchback vs Honda HR-V: Duel Mobil Favorit Anak Muda, Pilih Mana?
Mengembalikan pers ke ruang publik berarti mengembalikan jurnalisme pada tujuan fitrahnya: melayani masyarakat, menjaga akal sehat kolektif, dan menjadi pilar demokrasi yang bekerja dalam senyap namun memberikan dampak nyata bagi kehidupan warga.
Selamat Hari Pers Nasional 2026, semoga pers Indonesia tetap tegak berdiri dengan gagah di sisi rakyat.