Sementara itu, Kapolsek Merlung AKP Agung Heru Wibowo turun langsung memimpin pengecekan bersama personel guna memastikan kondisi keamanan masyarakat dan akses jalan.
Berdasarkan hasil pantauan di lapangan sejak pukul 09.00 WIB, terdapat tiga lokasi utama yang mengalami kenaikan debit air cukup signifikan yaitu Jalan Lintas Tengah Tebo-Merlung (Desa Lubuk Terap) debit air naik hingga mencapai ±100 cm atau setinggi pinggang orang dewasa.
“Hal ini yang menghambat akses lalu lintas di jalur tersebut,” kata AKP Agung.
Akses jalan Desa Tanjung Paku ketinggian air terpantau mencapai 60 cm, selain merendam jalan, banjir dilaporkan mulai memasuki permukiman dengan estimasi 10 unit rumah warga terdampak.
BACA JUGA:Catet! Ini Nama-nama Calon Kepala Dinas yang Lolos 3 Besar Lelang Jabatan di Pemkab Muaro Jambi
Untuk Pasar Kalangan Desa Merlung ketinggian air berada di kisaran 60 cm, yang berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
Pihak kepolisian menyampaikan bahwa situasi ini kemungkinan akan terus meningkat hingga sore atau malam hari.
"Kami mengimbau warga untuk tetap waspada, mengingat wilayah hulu di Renah Mendaluh saat ini masih terpantau hujan. Potensi kenaikan debit air kiriman sangat mungkin terjadi," kata AKP Agung Heru.
Sebagai langkah antisipasi, Polsek Merlung telah memberikan imbauan langsung kepada masyarakat di bantaran sungai dan wilayah rendah untuk siaga evakuasi jika hujan susulan kembali turun.
BACA JUGA:Kupas Tuntas MacBook Air M4, Seberapa Cocok untuk Aktivitas Mahasiswa?
Terkait keterbatasan sarana jalan, Polsek Merlung juga telah berkoordinasi dengan Polres Tanjab Barat untuk dukungan logistik dan minta pergeseran peralatan SAR dari Polres ke Polsek Merlung.