Makanan Program MBG di Sengeti Tercemar Bakteri, Dapur SPPG Dihentikan Sementara dan Dapat 9 Teguran Keras
SPPG Sengeti dapat teguran keras.-junaidi/jambi-independent.co.id-
MUARO JAMBI, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di MUARO JAMBI mendadak menjadi sorotan.
Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sengeti di Kecamatan Sekernan diketahui mengandung bakteri berbahaya, setelah hasil uji laboratorium menemukan kontaminasi pada makanan yang diproduksi sebelumnya.
Temuan ini membuat Satuan Tugas MBG Kabupaten Muaro Jambi mengeluarkan 9 teguran keras sekaligus rekomendasi wajib kepada pengelola dapur, yakni Yayasan Aziz Rukiyah Amanah.
Kontaminasi tersebut ditemukan pada makanan yang diproduksi pada 30 Januari 2026, setelah hasil uji laboratorium memastikan adanya bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli.
Dapur SPPG Dihentikan Sementara
Sekretaris Satgas MBG Kabupaten Muaro Jambi, Ardanus menegaskan bahwa seluruh rekomendasi yang diberikan bersifat wajib dan harus segera dijalankan oleh pihak pengelola.
“Ini bukan sekadar catatan evaluasi. Semua poin yang kami keluarkan harus dijalankan. Kami akan cek langsung implementasinya di lapangan,” kata Ardanus, Kamis 5 Maret 2026.
Ia menjelaskan, temuan bakteri tersebut menjadi indikasi adanya kelemahan dalam sistem higiene dan sanitasi dapur. Dalam produksi makanan massal, disiplin terhadap standar operasional menjadi hal yang mutlak.
“Kalau SOP tidak diterapkan secara konsisten, risiko kontaminasi sangat tinggi. Apalagi ini menyangkut konsumsi dalam jumlah besar,” jelasnya.
Untuk sementara waktu, operasional dapur SPPG Sengeti dihentikan hingga ada keputusan lebih lanjut dari Badan Gizi Nasional sebagai pihak yang memiliki kewenangan.
DPRD: Ini Soal Keselamatan Masyarakat
Kasus ini juga mendapat perhatian dari DPRD Muaro Jambi. Wakil Ketua II DPRD, Jurjani menegaskan bahwa rekomendasi dari Satgas MBG tidak boleh dianggap sekadar formalitas.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



