Bupati Tanjab Timur Dillah Akui Setahun Kepemimpinan Belum Banyak Perubahan
Dillah Hikmah Sari-ist/jambi-independent.co.id-
MUARASABAK, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Kunjungan Safari Ramadan Pemkab Tanjab Timur** di Kecamatan Geragai pada Rabu 4 Maret 2026 memunculkan pertanyaan baru terkait kinerja pemerintah daerah.
Meski kegiatan diawali dengan monitoring dan evaluasi (Monev) kondisi parit, kanal, dan anak sungai, persoalan mendasar yang dikeluhkan warga selama ini dinilai belum menunjukkan solusi nyata.
Bupati Tanjab Timur Dillah Hikmah Sari turun langsung meninjau sejumlah titik aliran air di beberapa desa di Kecamatan Geragai yang mengalami sedimentasi parah dan dipenuhi rumput liar.
Kondisi tersebut disebut-sebut menjadi salah satu penyebab banjir yang kerap merendam kawasan permukiman dan kebun warga.
BACA JUGA:Gubernur Al Haris Dorong Kepala Daerah di Jambi Tingkatkan Daya Saing Wilayah
Namun bagi masyarakat, persoalan ini bukanlah masalah baru. Banyak warga menilai permasalahan drainase dan kanal di wilayah Geragai sudah berlangsung bertahun-tahun tanpa penanganan serius dari pemerintah daerah.
Usai melakukan peninjauan, rombongan pemerintah daerah melanjutkan kegiatan Safari Ramadan di Masjid Nurul Huda, Kelurahan Pandan Jaya.
Dalam kesempatan itu, Bupati Dillah justru mengakui bahwa selama satu tahun masa kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Muslimin Tanja, masih banyak kebutuhan masyarakat yang belum terpenuhi.
“Kami mohon maaf jika dalam satu tahun kepemimpinan kami masih banyak kekurangan yang belum bisa kami penuhi untuk masyarakat,” kata Dillah di hadapan warga dan unsur Forkopimcam.
BACA JUGA:Jangan Terlewat! Ini Perkiraan Malam Lailatul Qadar dan Amalan yang Dianjurkan
Pernyataan tersebut seolah menjadi pengakuan bahwa berbagai persoalan daerah, termasuk banjir yang berdampak pada kebun masyarakat, belum terselesaikan secara maksimal.
Anggaran Jadi Alasan
Dalam penjelasannya, Bupati Dillah menyebut keterbatasan anggaran daerah menjadi salah satu kendala utama pembangunan di Kabupaten Tanjab Timur.
Ia mengatakan kemampuan anggaran yang bersumber dari APBD hanya sekitar 6 persen, sementara sebagian besar pembangunan masih bergantung pada bantuan dari pemerintah pusat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



